SCROLL KE ATAS UNTUK BACA BERITA

MENU

Komisioner BWI: Nazhir Wakaf Kompeten adalah Orang Terpilih dan Profesi Mulia

Dalam program diklat sertifikasi yang bertajuk “Pengelolaan dan Pengembangan Harta Benda Wakaf (HBW)” itu, para calon nazhir diberikan modul pembelajaran mulai dari bagaimana menyusun desain program pengelolaan dan pengembangan HBW, menyusun rencana kegiatan dan anggaran, dan bagaimana membangun kemitraan pengelolaan dan pengembangan.

Selain itu juga terdapat modul pelaksanakaan monitoring dan evaluasi kemitraan PPHBW, menyusun laporan, hingga melaksanakan manajemen risiko dan mengelola risiko operasional.

Pembina Akrom Foundation, Imam Nur Azis, menjelaskan bahwa Undang-Undang (UU) No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf menyebutkan bahwa yang bertugas dan berhak mengelola wakaf adalah nazhir. “Dalam Undang-undang tersebut, definisi Nazhir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari muwakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya,” jelasnya

Pelatihan dan sertifikasi melalui badan sertifikasi nazhir wakaf selayaknya diikuti, karena merupakan amanah undang-undang agar setiap nazhir memiliki kemampuan dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf.

“Badan Wakaf Indonesia telah mempersyaratkan bagi lembaga ataupun nazhir wakaf agar memiliki sedikitnya dua orang yang telah “tersertifikasi BNSP nazhir wakaf” untuk bisa terdaftar sebagai nazhir wakaf dan/atau nazhir wakaf uang,” tambah mantan komisioner BWI perioder 2017-2020 tersebut.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

spot_img

TERPOPULER

close