“We are Native”, Bangga Jadi Pribumi

Ditulis berdasarkan pengalaman pribadi dr. Yogi Prawira, SpA

SERUJI.CO.ID – Pagi itu bus yang kami tumpangi melaju menuju Eagle Point. Melintasi gurun menuju salah satu dari 7 keajaiban dunia, yang berada di Amerika Serikat.

“Tujuan kita kali ini ada Grand Canyon sisi barat, dahulu merupakan wilayah kekuasaan suku Indian Hualapai. Jika beruntung dan cuaca baik, kita bisa naik helikopter dan terbang di antara ngarai dan lembah yang menakjubkan,”┬áTour guide menjelaskan.

Pikiran saya melayang, teringat kisah Winnetou –salah satu dari sekian banyak bacaan saya semasa kecil (I was a bookworm, and still am). Tentang ras berkulit merah tembaga, yang dahulu menghuni lembah ini. Hidup damai dan menyatu dengan alam. Dari kisah fiksi itu saya belajar tentang kejujuran, kesetiakawanan serta rasa bangga dan cinta tanah air.

Saya berharap bisa bertemu dengan suku asli Benua Amerika, dalam balutan baju dan tutup kepala yang khas. Dengan tatapan mata setajam elang, dan sikap tubuh yang menunjukkan harga diri dan kebanggaan…

Kenyataan selalu tidak seindah angan-angan. Sepanjang perjalanan, saya melihat deretan Caravan di tepi kiri-kanan jalan, tampak usang dan tidak terawat.

“Itu apa? Siapa yang tinggal di sana?” ujar saya ingin tahu.

“Oh, ini lokasi tempat tinggal keturunan suku Indian. Mereka pemalas dan sulit berbaur dengan masyarakat Amerika,” ujar tour guide berkulit putih itu sambil lalu.

Saya terhenyak, merasakan ada sesuatu yang mengganjal.

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.