“We are Native”, Bangga Jadi Pribumi

Ditulis berdasarkan pengalaman pribadi dr. Yogi Prawira, SpA

SERUJI.CO.ID – Pagi itu bus yang kami tumpangi melaju menuju Eagle Point. Melintasi gurun menuju salah satu dari 7 keajaiban dunia, yang berada di Amerika Serikat.

“Tujuan kita kali ini ada Grand Canyon sisi barat, dahulu merupakan wilayah kekuasaan suku Indian Hualapai. Jika beruntung dan cuaca baik, kita bisa naik helikopter dan terbang di antara ngarai dan lembah yang menakjubkan,” Tour guide menjelaskan.

Pikiran saya melayang, teringat kisah Winnetou –salah satu dari sekian banyak bacaan saya semasa kecil (I was a bookworm, and still am). Tentang ras berkulit merah tembaga, yang dahulu menghuni lembah ini. Hidup damai dan menyatu dengan alam. Dari kisah fiksi itu saya belajar tentang kejujuran, kesetiakawanan serta rasa bangga dan cinta tanah air.

Saya berharap bisa bertemu dengan suku asli Benua Amerika, dalam balutan baju dan tutup kepala yang khas. Dengan tatapan mata setajam elang, dan sikap tubuh yang menunjukkan harga diri dan kebanggaan…

Kenyataan selalu tidak seindah angan-angan. Sepanjang perjalanan, saya melihat deretan Caravan di tepi kiri-kanan jalan, tampak usang dan tidak terawat.

“Itu apa? Siapa yang tinggal di sana?” ujar saya ingin tahu.

“Oh, ini lokasi tempat tinggal keturunan suku Indian. Mereka pemalas dan sulit berbaur dengan masyarakat Amerika,” ujar tour guide berkulit putih itu sambil lalu.

Saya terhenyak, merasakan ada sesuatu yang mengganjal.

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tidak Takut Sendirian Jadi Oposisi, Begini Penjelasan Tegas PKS

Menanggapi pergerakan partai-partai yang selama Pilpres 2019 berkoalisi mendukung Prabowo berhadapan dengan Jokowi tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan mereka tidak bergeming dari posisinya yang ingin tetap jadi oposisi. Begini alasannya.

Dahnil Anzar: Gerindra Juga Siap Jadi Mitra Koalisi Presiden Jokowi

“Jadi, sampai detik ini Pak Jokowi dan pihak Pak Jokowi belum bilang mau memberikan sekian banyak menteri ke Pak Prabowo dan Gerindra, itu belum ada,” tukas Dahnil.

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.

Wanita Penyebar Video “Penggal Kepala Jokowi” Akan Divonis Siang Ini

Ina didakwa menyebarkan video yang kemudian viral berisi konten seorang pria berinisial HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.