Demokrat NTB Beri Sinyal Koalisi dengan PKS

MATARAM – Setelah Partai Golkar mendeklarasikan HM Suhaili FT, sebagai bacagub pada Sabtu (25/2) lalu, kini DPD Partai Demokrat NTB mulai memberikan sinyal arah dukungannya pada kontestasi pilkada tahun depan.

Dalam berbagai kesempatan, para petinggi Demokrat melemparkan wacana agar gubernur mendatang dijabat oleh wakil dari Pulau Sumbawa. Bahkan, Ketua DPD Partai Demokrat NTB HM Zainul Majdi, yang saat ini menjabat sebagai gubernur NTB, tidak malu-malu menyebut nama.

“Mungkin iya,” jawab Ketua Fraksi Demokrat DRPD NTB HM NS Kasdiono diplomatis saat ditanya awak media, apakah sosok yang akan diusung Partai Demokrat nantinya adalah Zulkieflimansyah, Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Dapil Banten, yang juga putra asli Sumbawa, Selasa (28/2).

Menurut Kasdiono, sosok yang akan melanjutkan kepemimpinan TGB, panggilan akrab Zainul Majdi, nantinya harus sepadan dengan kapasitas gubernur saat ini, agar pembangunan NTB yang sudah on the right track dapat dilanjutkan.

Kasdiono menjelaskan, nama bacagub Partai Demokrat sudah ada. Tinggal menunggu diumumkan ke publik pada waktu yang tepat. “Barangnya sudah ada di lauhul mahfuzh. Tinggal diturunkan saja ke bumi. Dimana dan kapan waktunya diumumkan, kita tunggu saja momentum yang tepat.” tandas ketua Fraksi Demokrat DRPD NTB ini.

Mengetahui namanya disebut-sebut sebagai calon gubernur yang didukung Partai Demokrat, Zulkieflimansyah mengaku tidak terlalu heran. Ia yakin, partai bentukan SBY itu bakal mendukung dirinya.

Dalam suatu kesempatan, saat memberikan sambutan di acara Prarakorda PKS Kota Mataram, di Hotel Paradiso, pada Minggu (26/2) lalu, Doktor Zul, demikian ia akrab disapa, menyampaikan progres komunikasi politik yang dilakukannya bersama petinggi Partai Demokrat.

“Sejauh ini, hampir pasti Demokrat akan berkoalisi dengan PKS. Insya Allah kalau tidak ada hambatan, kita akan maju,” tandasnya.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.