Meningkatkan Keuntungan Saat Ekonomi Lesu dan Penjualan Stagnan

Oleh: Ferry Koto, pemerhati dan praktisi Koperasi dan UMKM

SERUJI.CO.ID – Dalam situasi krisis seperti sekarang, jangankan untuk meningkatkan penjualan, mampu bertahan dengan omset penjualan yang ada saja sudah sebuah prestasi. Sehingga rencana awal tahun lalu, untuk mendapatkan keuntungan hasil usaha yang lebih tinggi tahun ini, bisa saja hanya tinggal mimpi.

Situasi krisis seperti sekarang membuat daya beli masyarakat menurun. Penurunan daya beli ini akan berdampak langsung pada penyerapan hasil produksi di pasar. Ditambah lagi situasi ini membuat orang lebih “pelit”, lebih mengatur belanjanya, baik itu belanja kebutuhan pribadi maupun belanja untuk kebutuhan usaha atau produksi. Jika ini dilakukan semua pihak tentu dampaknya akan makin memberatkan ekonomi, uang beredar makin mengecil dan akhirnya penjualan hasil produksi akan stagnan bahkan turun.

Apakah dalam situasi seperti ini, dengan omset penjualan yang stagnan, kita bisa tetap mendapatkan peningkatan margin keuntungan? Sementara efisiensi produksi dan operasi sudah dilakukan.

Kebanyakan usaha atau perusahaan mungkin masih bisa melakukan peningkatan keuntungan dengan jalan mengurangi tenaga kerja, atau mengurangi kualitas produk/ bahan baku. Tapi tentu cara ini akan merugikan beberapa pihak yang dampak akhirnya merugikan perusahaan juga.

Pada kesempatan ini kita akan melihat, bahwa dalam kondisi krisis ini ternyata jika kita cermat sangat terbuka peluang kita meningkatkan keuntungan, walau jumlah penjualan stagnan.

Caranya ?

Belanja lebih banyak dari biasanya !!

Ya, anda tidak salah baca, harus belanja lebih banyak dari biasanya, “boros belanja”.

Agar mudah memahaminya, koq bisa boros belanja bisa meningkatkan keuntungan usaha, saya akan contohkan dalam bentuk usaha seorang pedagang puding atau agar-agar.

Pedagang puding, sebutlah namanya pak Udin, setiap hari memproduksi puding sebanyak 200 buah. Angka produksinya itu stagnan di 200, karena pembeli pudingnya tidak pernah bergeser dari jumlah itu, apalagi saat ini, situasi uang sulit.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo, Jokowi dan Massa

Bila peristiwa 212 yang penuh makna direvisi pada versi pengkerdilan, sebuah perubahan sosial yang akan terjadi setelahnya sulit diprediksi. Itu seperti terjadi beberapa waktu sebelum keruntuhan rezim Suharto dua dekade lalu.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Yuk, Kenali Jenis Busana Tunik