Survei LSI: Elektabilitas PSI Hanya 0,1 Persen, Diperkirakan Tidak Lolos ke Parlemen

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru mereka yang dilakukan dari 28 April sampai 5 Mei 2018, terkait elektabilitas Partai Politik (Parpol), di Jakarta, Selasa (8/5).

Dari hasil survei tersebut, LSI menunjukkan adanya empat divisi partai politik berdasarkan elektabilitasnya.

“Berdasarkan survei, elektabilitas partai politik peserta Pemilu terbagi menjadi empat divisi yaitu divisi utama, divisi menengah, divisi bawah dan divisi nol koma,” ujar peneliti LSI Denny JA Adrian Sopa dalam pemaparan hasil survei di Jakarta, Selasa (8/5).

Dia mengatakan divisi utama yakni partai dengan perolehan suara di atas 10 persen atau dan akan memperebutkan posisi nomor satu di parlemen. Divisi menengah yaitu partai dengan perolehan suara di bawah 10 persen namun tetap memenuhi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold empat persen.

Divisi bawah yaitu partai yang perolehan suaranya di bawah parliamentary threshold empat persen dan masih berjuang untuk dapat memastikan diri masuk parlemen pada Pemilu 2019.

Sementara divisi nol koma adalah partai-partai dengan perolehan suara tidak mencapai satu persen dan harus bekerja ekstra keras guna masuk parlemen.

Lewat pertanyaan yang diajukan “Menurut Bapak/Ibu, jika pemilihan legislatif dilakukan hari ini. Diantara Partai berikut, partai manakah yang Bapak/Ibu akan pilih?”, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), masuk kategori divisi nol koma, dengan perolehan hanya 0,10 persen.

PSI bersama 5 partai lainnya, Hanura 0,70 persen, PBB 0,40 persen, Partai Garuda 0,30 persen, PKPI 0,10 persen dan Partai Berkarya 0,10 persen, dengan perolehan ini diprediksi tidak lolos parliamentary threshold atau ambang batas parlemen 4 persen.

“Perolehan suara 6 Partai ini walaupun ditambah Marginof Error 2,8% tetap tidak lolos Parliamentary Treshold 4%. Sisa Swing Voters masih 23,5%. Tanpa usaha ekstra, 6 Partai ini akan hilang di DPR periode 2019-2024,” ujar Adrian. (ARif R/Hrn)

13 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Potret Pengelolaan BUMN: Prinsip GCG vs Managemen “Koncoisme”

Fenomena pengelolaan BUMN dan BUMD yang tidak mengindahkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip GCG sangat potensial membawa kerugian dan kebangkrutan terhadap perusahaan BUMN dan BUMD yang bersangkutan.

Dari Plot Pembunuhan Menuju Monarkhi Konstitusional di Arab Saudia

Aneka media luar dan dalam negeri dengan telanjang menggambarkannya. Tim 15 orang memutilasi, memotong korban ketika korban masih hidup. Suara melengking korban kesakitan yang luar biasa terdengar dan terekam.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER