Setelah PKB Minta Jatah 10 Menteri, Tak Mau Kalah NasDem Nuntut 11 Kursi Menteri

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Partai NasDem merasa berhak mendapatkan jatah kursi menteri dalam kebinet Presiden Jokowi mendatang lebih banyak dari yang diminta oleh Partai Kebangkita Bangsa (PKB).

Anggota Dewan Pakar Partai NasDem, Teuku Taufiqulhadi mengatakan jika PKB menuntut jatah 10 menteri, NasDem menurutnya berhak lebih banyak, yakni 11 kursi.

“(Jumlah) suara NasDem di DPR RI lebih besar dari PKB, berdasarkan perolehan kursi, jadi sepantasnya NasDem mendapatkan 11 kursi,” kata Taufiqulhadi sambil berkelakar ke awam kemdia di Kompleks Parlemen di Senayan, Jakarta, Rabu (3/7).

Pernyataan Taufiqulhadi ini menyikapi pernyataan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang dalam berbagai kesempatan menyampaikan harapan partainya mendapat jatah sepuluh kursi menteri di kabinet Jokowi mendatang.

Menurut Taufiqulhadi, tidak tepat membahas pembagian kursi menteri secara terbuka di publik. Seharusnya, menurutnya, pembahasan demikian dilakukan dalam rapat bersama Jokowi.

“Tentu belum ada. Klaim-klaim itu tak terlalu tepat, itu nanti dikomunikasikan saja saat rapat dengan Pak presiden terpilih secara langsung. Jadi enggak perlu diungkapkan kepada publik,” tuturnya.

Terkait dengan kursi menteri dari NasDem, Taufiqulhadi meyakini ada jatah kursi menteri yang bisa dipertahankan, dan berharap jumlah kursi menteri yang didapat bisa bertambah seiring perolehan kursi NasDem di DPR.

“Kalau itu menurut saya pembicaraan secara resmi belum ada. Tapi tentu saja kursi yang ada bisa kita pertahankan, kemudian dengan suara NasDem lebih besar lagi sekarang. Jadi kursi yang ada dipertahankan dan NasDem naik 100 persen sekarang, kursi yang ada bisa dpertahankan dan bisa dapat lagi,” tukasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tidak Takut Sendirian Jadi Oposisi, Begini Penjelasan Tegas PKS

Menanggapi pergerakan partai-partai yang selama Pilpres 2019 berkoalisi mendukung Prabowo berhadapan dengan Jokowi tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan mereka tidak bergeming dari posisinya yang ingin tetap jadi oposisi. Begini alasannya.

Dahnil Anzar: Gerindra Juga Siap Jadi Mitra Koalisi Presiden Jokowi

“Jadi, sampai detik ini Pak Jokowi dan pihak Pak Jokowi belum bilang mau memberikan sekian banyak menteri ke Pak Prabowo dan Gerindra, itu belum ada,” tukas Dahnil.

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.

Wanita Penyebar Video “Penggal Kepala Jokowi” Akan Divonis Siang Ini

Ina didakwa menyebarkan video yang kemudian viral berisi konten seorang pria berinisial HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.