Diperiksa Bawaslu Terkait Dugaan Kampanye di IMF-WB, Begini Kata Luhut Binsar

0
118
  • 13
    Shares
luhut binsar panjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri koordinator Bidang Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan memenuhi undangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk dimintai keterangan atas dugaan menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan capres-cawapres pada penutupan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank, di Bali, beberapa waktu lalu.

Luhut nampak hadir di Gedung Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Jumat (2/11) sore.

Luhut diterima langsung oleh Ketua Badan Pengawas Pemilu, Abhan, dan sejumlah anggota Bawaslu, dan kemudian Luhut dimintai keterangan langsung oleh Abhan di salah satu ruang di Gedung Bawaslu.

Loading...

Baca juga: Direktur IMF Akan Galang Donasi dari Negara IMF-WB Bantu Lombok-Sulteng

Keluar dari Gedung Bawaslu, kepada wartawan Luhut mengungkapkan, ia telah menjelaskan kepada Bawaslu, bahwa yang dilakukannya dalam penutupan acara IMF di Bali tidak ada unsur kampanye sedikit pun.

“Ya dijelaskan nggak ada, boro-boro mikir kampanye, kita masih sibuk dengan kerja di sana. Khan semua tidak ada, tidak ada dalam urusan kampanye,” katanya.

Menurut Luhut, yang ia lakukan di forum itu hanya merupakan spontanitas atas kegembiraan.

“Kita bilang Indonesia nomor satu, great Indonesia. Meluapkan kegembiraan bersama, karena Lagarde dan Kim bilang bahwa tidak terbayangkan bahwa Indonesia mampu membuat pertemuan IMF-World Bank ini pada tataran kelas dunia,” jelasnya.

Baca juga: Luhut dan Sri Mulyani Dilaporkan ke Bawaslu, Fadli Zon: Itu Wajar

Luhut menyampaikan kesuksesan penyelenggaraan forum itu dinilai berhasil membawa, dan mengangkat Indonesia pada standar yang lebih tinggi dari yang dibayangkan. “Jadi kami boro-boro mikir kampanye,” ucap dia.

Menko Maritim ini juga mengaku telah membaca undang-undang yang mengatur mengenai pelaksanaan Pemilu dan kampanye. Dia mengatakan tidak ada satu pun ketentuan yang dilanggarnya.

“Kan saya baca undang-undangnya, tidak ada satu pun saya melanggar,” jelasnya.

Terpisah, Menteri Keuangan juga hadir di Gedung Bawaslu untuk perkara yang sama. Namun ia datang berbeda waktu dengan Luhut dan diperiksa di ruang yang berbeda,

Sebelumnya kelompok Advokat Nusantara mengadukan Pandjaitan dan Mulyani ke Badan Pengawas Pemilu, karena keduanya selaku pejabat diduga menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Baca juga: Luhut: Jumlah Peserta Pertemuan IMF-WB Melebihi Perkiraan Pemerintah

Keduanya ditengarai mengacungkan salam satu jari saat penutupan acara IMF di Bali.

Mengenai tudingan yang dia lakukan itu termasuk mempromosikan citra diri pasangan calon presiden-wakil presiden tertentu, Pandjaitan menegaskan, dia hanya ingin menyatakan Indonesia nomor satu.

“Dan waktu itu Bu Ani (Sri Mulyani) hanya mengingatkan, memberitahu bahwa nomor satu itu apa, nomor dua itu apa,” ujarnya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU