Demikian Mudah Dikenali Sebagai Hoaks, Info 7 Kontainer Surat Suara Masih Telan “Korban”

Oleh: Ferry Koto, Pengamat Kebijakan Publik dan Pendidikan.

SERUJI.CO.ID – Pada Rabu (2/1) jelang sore, saya menerima kiriman sebuah rekaman suara di aplikasi Whatsapp. Makin sore makin banyak yang mengirimkan dan mulai muncul di Whatsapp group (WAG). Bahkan sampai muncul di WAG organisasi yang kebetulan saat ini saya pimpin.

Pertama kali, rekaman suara tersebut mampir di WA saya dari seorang tokoh. Kirimannya disertai dengan tulisan yang menuding pihak tertentu (tak perlu saya sebutkan) sebagai pelaku. Sambil menyebut-nyebut PKI dan adanya kerjasama dengan partai komunis China (PKC) untuk menguasai NKRI. Diakhiri dengan tulisan yang menurut saya sangat provokatif jika disebarkan ke publik.

Hanya sesaat mendengarkan suara di rekaman yang dikirim tersebut, saya langsung yakin bahwa info yang disampaikan pria yang suaranya ada di rekaman tersebut adalah info bohong atau hoaks. Sangat mudah sekali dikenali itu adalah hoaks, bahkan tanpa perlu lakukan cross cek sama sekali, saya memastikan itu adalah hoaks.

“Xxx (sebutan saya biasanya pada tokoh tersebut), suara siapa itu? Adakah buktinya selain yang disampaikan hanya lewat rekaman suara itu, Xxx?” tanya saya yang sesungguhnya untuk mengingatkan perlunya cros cek sebelum menyebarkan info tersebut, apalagi menyebarkan sambil menuduh pihak tertentu.


Diseberang tokoh tersebut malah balik menasehati, yang intinya jangan khawatir jika info tersebut adalah jebakan ‘Batman’, karena menurut beliau kekhawatiran seperti itu melemahkan. Terlalu khawatir, menurut beliau, akan menimbulkan rasa takut.

Masih menjaga kesopanan, saya coba ingatkan; “Kan bisa fitnah Xxx. Kan takutnya jatuh fitnah, Xxx”. Tapi lagi-lagi diyakinkan oleh beliau; “Kesiagaan bukan Fitnah,” tegasnya.

Benar juga yang beliau sampaikan bahwa kesiagaan diperlukan. Tapi menurut saya, beliau dengan menuding pihak tertentu sebagai pelaku atas informasi yang hanya bersandar pada satu alat bukti (yang itupun rekaman yang tidak diketahu sumbernya), tetaplah salah, dan menjurus pada fitnah. Dalam hukum, yang dilakukan ini dapat dijerat dengan pidana di KUHP maupun UU ITE karena menyebarkan berita bohong, walau bukan pembuat beritanya.

Saya tak meneruskan perbincangannya. Saya paham betul, beliau pasti menolak semua kata-kata saya kalau terkait ini, apalagi beliau sudah sebut-sebut PKI. Saya hanya berharap yang disebarkan itu hanya ke saya saja, tidak ke publik dan banyak pihak.

—-000—-

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap KONI

"KPK telah tiga kali yakni pada 31 Juli, 2 Agustus, dan 21 Agustus 2019 mengirimkan panggilan untuk meminta keterangan, tapi IMR tidak pernah datang. KPK sudah memberikan ruang yang cukup bagi IMR untuk memberi keterangan dan klarifikasi pada tahap penyelidikan," ujar Marwata.

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

Akhirnya, KPAI Cabut Surat Permintaan Penghentian Audisi Bulu Tangkis Djarum

Kesepakatan itu diambil usai pertemuan antara KPAI dengan PB Djarum yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini di Kantor Kemenpora, Jakarta, hari ini, Kamis (12/9).

Habibie Berpulang dengan Didampingi Anak-Cucu dan Keluarga Dekat

Presiden ke-3 RI Burhanuddin Jusuf Habibie saat wafat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9), ditemani oleh keluarga dekat termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

Innalillahi, Presiden ke-3 RI BJ Habibie Wafat Pada Pukul 18.05 WIB

Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu pukul 18.05 WIB, menurut Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi