72 Tahun Republik Indonesia, Menelaah Posisi Presiden Dengan Mata Hati


Oleh: Dr. M. Kapitra Ampera, SH, MH, Tim Advokasi GNPF-MUI

Pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus,  bertempat di Istana Negara menjadi hari yang amat penting dan bersejarah bagi Presiden dan Bangsa Indonesia, Karena pada hari tersebut adalah momentum peringatan 72 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang telah diperjuangkan, diisi oleh Rakyat Indonesia yang sebagian besar umat Islam secara langsung berpartisipasi dalam segala momen merebut dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia ini secara terus-menerus dengan mengorbankan harta maupun jiwanya.

Istana Negara dipilih oleh beberapa Presiden sebagai tempat tinggal untuk efesiensi serta agar dapat mengabdi 24 jam melayani Rakyat Indonesia. Presiden sebelumnya senang menyebut Istana Negara sebagai “Rumah Rakyat”, istilah politik tentang kesederhanaan palsu untuk menggambarkan tempat bagi sebagian orang bersedia membayar dengan melangkahi “Jasad Anak-Anak dan Keluarga” mereka sendiri, kemudian mengatakan it’s not a big problemkalau kebohongan itu bisa menodai dinding-dinding dan tiang-tiang Istana Negara, maka bangunan ini akan memiliki nama lain.

Di Istana Negara Presiden bertempat tinggal, dari dalam jarak waktu dan ruang sangat berbeda, dari luar orang bisa melihat kedalam, melihat-lihat sekeliling untuk menangkap semua informasi dan menganalisanya, sementara informasi itu berlalu, menghentikannya saat orang merasa perlu, bahkan memundurkannya, untuk bisa memahami semua dengan lebih baik, mencurahkan segenap waktu untuk menempatkan semua secara tepat.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anda ASN Yang Terpaksa Harus Bercerai? Simak Prosedur Yang Harus Dilalui

Anda seorang ASN dan sedang mengalami masalah rumah tangga yang berujung perceraian? Simak proses percerain ASN berikut, apa yang harus dilakukan dan kewajiban apa yang muncul.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close