72 Tahun Republik Indonesia, Menelaah Posisi Presiden Dengan Mata Hati

Tak ada yang lebih tinggi daripada kepercayaan yang di berikan oleh rakyat kepada Presiden, Presiden Jokowi bukan golongan Ningrat abad pertengahan yang mendapat anugerah Jabatan Tinggi dan Kekuasaan Besar karena garis keturunan, Presiden dan Kabinet Kerja-nya adalah pelayan, bukan majikan, untuk melayani rakyat, yang atas pilihan rakyat Presiden mempunyai kekuasaan, ia harus menjadi panutan.

Indonesia bukan sebidang tanah dan seonggok batu diantara dua samudera besar. Negeri ini adalah harapan terakhir dan terbaik bagi Rakyat Indonesia, Presiden harus membuat perubahan yang menyetuh rakyat, karena itu yang membuatnya berbeda, dan berpegang teguh pada pemahaman itu, ia harus bisa memastikan bahwa negara yang diwariskan kepada penerusnya nanti tetap sama dengan Negara yang di percayakan kepadanya, barangkali sedikit lebih baik dari sekarang.

Agenda utama dalam pembaharuan Presiden Jokowi adalah kebebasan dari rasa takut, ini amat penting bagi proses pembelajaran, yang selama ini kita didik dalam rasa takut dan rasa malu telah, sangat merasakan penderitaan terkekang dibawah bayangan tak menentu. Sejak sekolah dasar kita belajar untuk takut dan malu pada guru, takut dan malu membuat kesalahan, takut dan malu untuk berbeda. Barangkali ini bersal dari pola pendidikan yang menekankan pada kemampuan untuk menjawab segala persoalan dan mengharuskan kesamaan dalam menjawab segala sesuatu sehingga, kita merasa penting untuk memilih “Buku Pintar“ yang berisi pengetahuan yang bisa menjawab soal-soal secara tepat dan sama.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER