Pak Harto, Pahlawan Nasional dan Kisah Kacamata Merah Muda

Oleh Denny JA

Jika esok ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, biarlah bangsa ini menulis catatan kaki yang jujur: bahwa gelar itu bukan pemutihannya dari kesalahan, melainkan pelajaran.

Bahwa kita memilih menghormati jasa tanpa menutup mata atas luka.
Bahwa kedewasaan bukan melupakan, melainkan mengingat secara utuh.

-000-

Sejarah bukan album potret berisi gambar terbaik.
Ia adalah film panjang: cahaya dan bayangan, tawa dan tangis, salah dan betul, berkejaran di layar yang sama.

Tugas kita bukan memilih adegan favorit, melainkan memahami seluruh alur, agar besok kita tak lagi mengulang babak yang mestinya sudah kita lewati.*

Jakarta, 7 November 2025

REFERENSI

1. R. E. Elson, Suharto: A Political Biography (Cambridge University Press), 2001

2. Daniel Kahneman, Thinking, Fast and Slow (Farrar, Straus and Giroux),” 2011

-000-

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER