Dikecam Dunia, Militer Israel Berjanji Selidiki Pembunuh Perawat Razan al-Najar

YERUSALEM, SERUJI.CO.ID – Militer Israel pada Sabtu (2/6) waktu setempat berjanji akan menyelidiki pembunuhan terang-terangan oleh pasukannya atas perawat Palestina pada Jumat pada saat berlangsungnya unjuk rasa di sepanjang perbatasan Gaza.

Pejabat dan saksi mengatakan pasukan Israel menembak mati relawan kesehatan, Razan al-Najar yang masih berusia 21 tahun, saat Razan berlari menuju pagar perbatasan, timur kota Gaza selatan Khan Younis, dalam upaya menjangkau korban unjuk rasa akibat kekerasan militer Israel.

Militer Israel berkilah bahwa saat itu pejuang Palestina menyerang pasukannya di sepanjang perbatasan itu dengan tembakan dan granat.

Dalam pernyataan tertulis pada Sabtu, militer Israel mengatakan akan menyelidiki kematian al-Najar.

Sementara itu, ribuan orang menghadiri pemakaman Razan al-Najar di Gaza pada Sabtu, termasuk beberapa orang yang ia rawat ketika mereka terluka saat unjuk rasa di perbatasan sebelumnya.

Tubuh Razan dibungkus dengan bendera Palestina dan diarak melalui jalan-jalan dengan tandu oleh pelayat.

“Dengan jiwa dan darah kami, kami melepaskanmu, martir Razan,” kata pelayat berteriak ketika jasad itu dibawa ke rumahnya untuk perpisahan terakhir sebelum dimakamkan.

Penduduk mengatakan, al-Najar adalah tokoh populer di tempat-tempat protes dan gambar-gambar yang menggambarkan dirinya sebagai malaikat yang beredar di media sosial Palestina.

Kematiannya membuat warga Palestina tewas menjadi 119 orang dalam unjuk rasa mingguan yang diadakan pada 30 Maret di Jalur Gaza, daerah kantong yang dikendalikan oleh kelompok Islamis Hamas dan subyek panjang untuk mengekang embargo Israel dan Mesir.

Utusan perdamaian Timur Tengah Amerika Serikat Nickolay Mladenov mengatakan di “Twitter”: “Tenaga medis adalah #NotATarget (#BukanSasaran)!” “#Israel perlu mengkalibrasikan penggunaan kekuatannya dan Hamas perlu mencegah kejadian di pagar. Peningkatan ketegangan hanya menambah banyak korban jiwa,” tambahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER