Soal Sandinomics: Sandi disebut “Good Capitalist”?

Oleh: Prof Sri Edi Swasono menanggapi tulisan Dr. Syahganda Naingolan soal Sandinomics

SERUJI.CO.ID – Moga-moga mas Prabowo, menang atau kalah, bisa mengingatkan mas Sandi bahwa Konstitusi kita adalah sosialitik. Tidak ada itu “good capitalist“. Good capitalist apapun dan bagaimanapun tidak akan memandang keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat sebagai “hak sosial rakyat”, melainkan sebagai sekedar sebagai “altruisme-filantropi“.

Ekonomi Pancasila tidak mengenal “free-market” (market sovereignty) berikut “free-competition” sebagai mekanisme bawaannya. Tidaklah ada itu (dalam ekonomi Pancasila, red) “market sovereignty” atau “daulat pasar” di dalam paham konstitusional Indonesia.

Baca juga: Meneropong Sandinomics dan Tantangannya

Dalam Ekonomi Pancasila, pasarlah yang harus friendly kepada rakyat dan friendly kepada Negara. Karena dalam Ekonomi Pancasila yang berlaku adala “people sovereignty” alias “daulat rakyat”. Pasar mengabdi kepada kepentingan rakyat.

Mas Prabowo harus selalu mengingatkan Sandi yang “good capitslist” itu (yang bukan rent seeker ganas yang ribawi), bahwa doktrin nasional kita adalah “Tahta untuk Rakyat”. Sayang semangat liberalisme telah mengameden/merusak Pasal 1 ayat 2 UUD45 asli.

Posisi rakyat dalam perekonomian Indonesia adalah sentral-substansial, posisi kaum pemodal (the market forces) adalah menjadi penjangga kewajiban to be friendly kepada rakyat dan negara, bukan kepada pemodal (saya jelaskan di buku teks saya: the markets are actually the global financial tycoons).

Tentu tidak sulit bagi Sandi mengikuti acuan “sosialistik”-nya Prabowo, karena dasarnya mas Sandi toh cinta rakyat. Selamat berjuang ya mas Prabowo dan mas Sandi. (Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close