Selama 4 Jam Khofifah Dicecar Pertanyaan Penyidik KPK Untuk Kasus Romahurmuziy

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama tahun 2018-2019, dengan tersangkan mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy.

Selama empat jam Khofifah dicecer pertanyaan oleh penyidik KPK yang berlangsung di Mapolda Jawa Timur, di Surabaya, Jumat (26/4).

Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera yang mengungkap pemeriksaan tersebut berlangsung di gedung Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim.

“Diperiksa dari pukul 09.00 sampai 13.00 WIB di Tipidkor, Ditreskrimsus Polda Jatim menyangkut saksi yang ditetapkan KPK,” ujar Frans Barung menjawab konfirmasi wartawan, di Mapolda Jatim, Jumat (26/4).

Ditegaskan Frans Barung, bahwa pihaknya hanya menyediakan tempat untuk pemeriksaan terhadap Khofifah, sehingga tidak mengetahui substansi dari pemeriksaan yang dilakukan.

Terkait adanya piahk lain yang diperiksa, disampaikan Frans bahwa hingga saat ini hanya Khofifah yang baru diperiksa.

“Yang kami tahu hanya Khofifah Indar Parawansa. Selebihnya silakan tanya KPK,” tukasnya.

Nama Khofifah mencuat dalam kasus jual beli jabatan di Kemenag, setelah Romahurmuziy menyebut nama Khofifah dalam pemeriksaan.

Rommy mengaku hanya meneruskan aspirasi berbagai soal pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI, karena dianggap sebagai orang yang bisa menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak-pihak yang memang memiliki kewenangan.

Soal pengisian jabatan Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Rommy menyebut bahwa itu sejalan dengan aspirasi yang disampaikan Khofifah Indar Parawansa padanya waktu itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER