CWI Laporkan Dugaan Korupsi Dana BOS ke KPK

0
74
Korupsi dana BOS (ilustrasi)

DEPOK, SERUJI.CO.ID – “Corruption Wacth Independent (CWI)” melaporkan adanya dugaan korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) buku di sejumlah sekolah dasar di Kota Depok, Jawa Barat, sejak 2015 hingga 2017 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Dugaan korupsi BOS buku terjadi di sekolah dasar negeri dan kami sudah melaporkannya pada 12 April 2018 ke KPK,” kata Ketua Umum DPP CWI Elfatir Lintang di Depok, Selasa (17/4).

Elfatir mengatakan setiap tahun ada indikasi korupsi Rp4 miliar, jadi selama tiga tahun ada Rp12 miliar penyimpangan keuangan negara.

“Kami komitmen mengawal kasus ini sampai tuntas karena sudah merugikan para murid yang seharusnya mendapat buku gratis tetapi ini harus membayar sendiri,” jelasnya.

Dia menjelaskan ada 287 sekolah dasar negeri dengan jumlah siswa mencapai 128 ribu siswa sekolah dasar di Kota Depok.

Anggaran untuk biaya BOS buku setiap sekolah mencapai Rp75 juta per tahun.

“Ini kan ada anggarannya kenapa siswa harus membeli dengan uang sendiri. Tentunya ini memberatkan para orang tua murid,” ujarnya.

Dia mengatakan untuk mendapatkan buku paket yang sudah dibiayai dari anggaran BOS ini pihak sekolah banyak berkelit, misalnya ada keterlambatan dari pihak penerbit sehingga murid diarahkan untuk membeli buku di luar.

“Ini sudah tidak benar seharusnya gratis tetapi harus membeli sendiri,” ujarnya.

Elfatir menduga adanya kebijakan yang membuat penyimpangan pengadaan buku sekolah SDN tersebut terus berulang setiap tahun.

“Ini harus dihentikan karena sangat merugikan para orang tua murid,” katanya.

Menanggapi hal tersebut Kepala dinas Pendidikan Kota Depok M Thamrin mengatakan untuk dana BOS buku langsung dari APBN dan semua dana tersebut langsung masuk rekening sekolah.

“Jadi dinas tidak mengetahui kalau ada penyimpangan,” katanya.

Thamrin mengatakan jika memang ada penyimpangan seharusnya dilaporkan terlebih dahulu dengan memberikan data-data yang akurat.

“SD yang mendapat dana BOS buka ada 400 sekolah negeri dan swasta. Disekolah mana yang ada penyimpangan dan kalau ada penyimpangan tentunya akan kami tindaklanjuti,” tegasnya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...