Mao Tse-Tung Dikubur oleh Generasi Ali Baba (Berakhirnya Komunisme di Cina?)

Catatan Perjalanan Denny JA

Hanya 61 negara yang masuk dalam daftar itu. Amerika Serikat rangking pertama karena menempatkan 579 perusahaan. Tapi nomor dua adalah Cina karena menempatkan 309 perusahaan. Jumlah perusahaan besar di Cina melampui Jepang yang hanya 223 perusahaan.

Bagaimana dengan tumbuhnya perusahaan swasta di Cina sekarang ini? Rumusnya adalah 60/70/80/90. Cara membacanya: perusaan swasta itu menyumbang 60 persen dari total GDP Cina. Perusahaan swasta melakukan total 70 persen dari inovasi bisnis yang ada di negara itu. Juga perusahaan swasta menyerap 80 persen tenaga kerja perkotaan. Dan pula perusahaan swasta yang melahirkan 90 persen pekerjaan baru.

Di era Mao Tse Tung, perusahan swasta dianggap agen kapitalisme. Mereka musuh negara. Kini peran dan kontribusi perusahaan swasta di Cina itu meraja lela.

Namun kapitalisme di Cina berbeda dengan umumnya negara kapitalisme di barat. Begitu banyak perusahaan swasta yang tumbuh, yang dominan tetap dimiliki negara. Mereka disebut SOE (State Owned Enterprise). Pengelola SOE pelan pelan dialihkan kepada tim eksekutif profesional yang tak boleh dicampuri oleh politisi.

Karena itu, memang corak kapitalisme yang tumbuh di Cina lebih tepat disebut kapitalisme negara. Belum tumbuh pula demokrasi di sana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi