Mencerdaskan Kota Melalui Rating Kota Cerdas Indonesia

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Senin (11/12)memberikan penghargaan kepada 15 wali kota yang kotanya terpilih menjadi kota cerdas berdasarkan Rating Kota Cerdas Indonesia 2017.

Ke-15 kota yang mendapatkan penghargaan sebagai kota cerdas (smarty city) adalah Surabaya, Bandung, Semarang, Bekasi, dan Tangerang Selatan untuk kategori kota besar, Denpasar, Binjai, Manado, Yogyakarta, dan Kediri untuk kategori kota sedang, serta Magelang, Sawahlunto, Bontang, Tual, dan Bukittinggi untuk kategori kota kecil.

Penyelenggara pemilihan Rating Kota Cerdas Indonesia ini adalah Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Smart City and Community Innovation Center.

Rating Kota Cerdas Indonesia 2017 mengukur 93 kota (kecuali lima kota administratif di DKI Jakarta) yang seluruhnya merupakan anggota dengan klasifikasi kota besar yaitu kota berpenduduk di atas satu juta jiwa sebanyak 14 kota, kota sedang berpenduduk antara 200 ribu hingga satu juta jiwa sebanyak 43 kota, dan kota kecil berpenduduk di bawah 200 ribu jiwa sebanyak 36 kota.

Rating Kota Cerdas Indonesia adalah sebuah pemeringkatan berdasarkan pemetaan terhadap tiap kota untuk mampu menjadi kota cerdas berdasarkan potensi dan karakter lokal, yakni cerdas secara ekonomi, cerdas sosial, dan cerdas lingkungan.

Kota dinilai cerdas secara ekonomi bila ditopang oleh perekonomian yang baik dengan memaksimalkan sumber daya atau potensi kota termasuk layanan teknologi informasi dan komunikasi, tata kelola, dan peran sumber daya manusia yang baik.

Kota dinyatakan cerdas sosial jika masyarakat dalam sebuah kota memiliki keamanan, kemudahan, dan kenyamanan dalam melakukan interaksi sosial dengan sesama masyarakat ataupun dengan pemerintah, sedangkan, cerdas lingkungan bila warga kotanya memiliki tempat tinggal yang layak huni, sehat, hemat dalam penggunaan energi serta pengelolaan energi dengan dukungan layanan teknologi informasi dan komunikasi, pengelolaan dan peran sumber daya manusia yang baik.

Permasalahan kota seperti kemacetan, kejahatan, lingkungan, dan lainnya kian kompleks. Hal ini menyebabkan adanya kebutuhan inovasi dalam mengatasi permasalahan kota.

Pelaksanaan kota cerdas sebagai solusi banyak dilakukan kota namun belum ada model referensi. Oleh karena itu dibutuhkan evaluasi dan pemetaan kondisi kota agar tiap kota mampu berinovasi berdasarkan kondisi dan karakteristik tiap kota di Indonesia.

Rating Kota Cerdas Indonesia bertujuan melakukan pengukuran kinerja pengelolaan kota terhadap pelayanan masyarakat, memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kota dan permasalahan di dalamnya, memberikan pedoman bagi pemangku kepentingan (stake holder) kota dalam membangun layanan kota, dan sebagai proses evaluasi berkelanjutan dalam implementasi kota cerdas di seluruh kota di Indonesia.

Dalam pengembangannya, kota cerdas bermanfaat bagi kota dan warga kota yang mendiaminya, negara, dan pihak-pihak pengusaha yang terkait di dalamnya. Bagi kota dan warganya, pemetaan kota cerdas bermanfaat untuk mendapatkan gambaran mengenai kesiapan inisiatif kota cerdas.

Bagi Indonesia, pemetaan kota cerdas bermanfaat untuk mendapatkan gambaran seberapa besar kesiapan dan daya dukung kota-kota dalam meningkatkan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara bagi pihak-pihak pengusaha, pemetaan kota cerdas bermanfaat untuk mendapatkan gambaran secara umum kota-kota yang potensial untuk berinvestasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Form Konsultasi Hukum SERUJI

Untuk berkonsultasi dengan para pakar pengasuh rubrik "Konsultasi Hukum SERUJI" (KHS) silahkan isi form ini selengkap mungkin dan dengan data yang benar. Seluruh data kami jamin terjaga kerahasiaannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy