Ungkit Isu HAM, Jokowi Ditantang Serahkan Sebelah Matanya ke Novel

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief menanggapi pihak-pihak yang masih mengungkit isu pelanggaran HAM yang kerap dialamatkan ke calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto.

Andi kemudian menantang Presiden Jokowi menyerahkan satu matanya ke Novel Baswedan, karena ia menilai Jokowi yang justru gagal menuntaskan kasus HAM yang melibatkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

“Kalau masih ada yang yang berkoar soal penculikan atau pebunuhan masa lalu, sebaiknya besok pagi lihat mata Novel Baswedan. Tanyakan pada aebelah matanya, Jokowi ngapain aja?” tulis Andi Arief lewat akun twitter @AndiArief_, Ahad (30/12).

Menurut Andi, pengungkitan isu pelanggaran HAM masa lalu akan relevan jika Jokowi mau memberi sebelah matanya pada Novel Baswedan. Karena menurutnya percuma Jokowi punya mata tapi tak mampu menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

“Kalau Jokowi berkeinginan memberi sebelah matanya Pada Novel Baswedan, mari kita bicara soal penculikan dan pembunuhan masa lalu. Kenapa mata Pak Jokowi? Karena percuma punya mata tapi tak mau melihat persoalan yang mudah ini untuk diselesaikan,” imbuhnya

Andi menegaskan orang yang kejam justru orang yang tahu dan punya kewenangan mengungkap masalah tetapi memilih diam.

“Dimana kejamnya? Mementingkan jabatannya ketimbang keadilan,” pungkasnya.

Baca juga: Dua Lebaran Terlewati, KPK Desak Presiden Jokowi Bentuk TGPF Penyiraman Novel

Diketahui, kasus Novel Baswedan yang disiram matanya dengan menggunakan air keras terjadi pada bulan April 2017 lalu. Namun hingga kini, Jokowi masih belum mau membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk kasus Novel seperti yang dituntut oleh KPK dan aktivis HAM Tanah Air.

Sebelumnya, calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf menegaskan bahwa semua kebijakan yang dikeluarkan Jokowi sangat positif, bahkan ia menyebut Jokowi tak pernah bertindak negatif terhadap masyarakat Indonesia selama menjabat sebagai presiden Indonesia.

Baca juga: Puji Jokowi, KH Ma’ruf: Tidak Pernah Culik Orang

“Menurut saya, semuanya positif. Mana ada beliau menculik orang, menganiaya orang, enggak pernah membunuh orang,” ujar KH Ma’ruf Amin kepada ulama dan santri yang hadir di Pesantren Mathla’ul Anwar Linahdlatil Ulama, Pandeglang, Banten, Sabtu (29/12). (SU05)

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

“Duit Ostrali”

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER