Survei RTK: Elektabilitas PDIP Mengalami Tren Penurunan Jelang Hari Pencoblosan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Tingkat keterpilihan atau elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) mengalami penurunan menjelang hari pencoblosan pemilu 2019 yang jatuh pada 17 April 2019 mendatang.

Hal itu terlihat dari hasil survei yang dilakukan Roda Tiga Konsultan (RTK) pada 28 Januari sampai dengan 15 Februari 2019.

“Tren PDIP terlihat turun dibanding survei RTK pada bulan Agustus 2018, dari 26 persen menjadi 22,1 persen,” kata Direktur Eksekutif RTK, M Kahfi Siregar dalam keterangan tertulis rilis survei yang diterima SERUJI, di Jakarta, Sabtu (2/3).

Dalam rilis survei yang berjudul ‘Perolehan Suara Parpol dan Efek Ekor Jas’ tersebut, RTK juga menunjukkan kenaikan elektabilitas Partai Golkar dan PKB.

“Golkar naik dari 9,3% menjadi 11,2%. PKB juga dari 6,5% menjadi 8%. Sementara Gerindra dan Demokrat belum beranjak,” jelas Kahfi.

Elektabilitas PDIP Naik Tajam Dibanding Hasil Pemilu 2019

PDI Perjuangan (foto: pdiperjuangan.id)

Walau mengalami penurunan, ungkap Kahfi, jika dibanding perolehan suara pada Pemilu 2014, elektabilitas PDI Perjuangan terlihat naik cukup tinggi, demikian juga dengan partai besutan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

“Kenaikan perolehan suara PDIP dan Gerindra paling signifikan dibanding pemilu 2014. Pada 2014, PDIP memperoleh 18,9 persen suara, sedangkan Gerindra mendapat 11,8 persen,” ungkapnya.

Hal itu, imbuh Kahfi, disebabkan efek ekor jas atau coattail effect dari Pilpres 2019 yang hanya dinikmati partai asal pengusung.

“Efek ekor jas benar-benar hanya menguntungkan bagi dua partai itu, yang menjadi partai pengusung utama untuk capres 01 Jokowi dan capres 02 Prabowo Subianto,” pungkas Kahfi.

Survei yang dilakukan RTK menggunakan sebanyak 1.610 responden dengan pengambilan data menggunakan metodologi stratified sampling, dan tingkat kepercayaan atau margin of error sebesar 2,5 persen.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

Editor:Hrn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER