Survei: Pemilih PPP Terbelah, Sebanyak 42,5 Persen Berikan Suara ke Prabowo-Sandi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pemilih yang telah mantap memilih Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai saluran aspirasi politiknya, ternyata tidak semuanya sejalan dengan partai tersebut dalam hal memilih pasangan calon (paslon) dalam Pilpres 2019.

Dari hasil survei yang dilakukan lembaga survei Populi Center dari tanggal 23 September sampai 1 Oktober 2018 terkait peta elektabilitas pasangan calon Presiden pada Pilpres 2019, ditemukan sebanyak 42,5 persen pemilih PPP lebih memilih memberikan dukungan pada pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

“Hanya 47,5 persen pemilih PPP yang akan memberikan suara pada pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf, yang diusung PPP dalam Pilpres 2019,” tulis Populi Center dalam rilis hasil surveinya yang diterima SERUJI, Rabu (24/10).

Baca juga: Survei: Hanya 54,5 Persen Pemilih Partai Demokrat Yang Akan Pilih Prabowo-Sandiaga

Sementara itu, dalam survei yang menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,53 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen tersebut, sebanyak 10,0 persen pemilih PPP belum tahu akan berikan suara pada paslon yang mana dalam pilpres 2019.

Survei Populi Center ini dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 1.470 responden tersebut di 34 provinsi di Indonesia sesuai kaidah probability sampling. (ARif R)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Konsisten Kemaruk Kekuasaan

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER