Survei: Hanya 54,5 Persen Pemilih Partai Demokrat Yang Akan Pilih Prabowo-Sandiaga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Lembaga survei Populi Center merilis hasil survei nasional yang mereka lakukan pada tanggal 23 September sampai 1 Oktober 2018 terkait peta elektabilitas pasangan calon Presiden pada Pilpres 2019.

Salah satu hasil dari survei yang dilakukan sesuai kaidah probability sampling di 34 provinsi di Indonesia ini, adalah soliditas dukungan partai pada calon yang diusung berdasarkan sebaran pemilih partai.

Ditemukan, Partai Demokrat termasuk yang masih rendah soliditas pemilihnya terhadap pasangan yang diusung partai ini, yaitu pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Berdasarkan survei yang dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 1.470 responden tersebut, pemilih Partai Demokrat yang akan memilih Prabowo-Sandiaga baru sebesar  54,5 persen.

Baca juga: Tanggapi Hasil Survei LSI, Sandiaga: Survei Internal Justru Tunjukkan Kami Mengejar

“Pemilih Demokrat yang memilih Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 34,1 persen, dan yang belum tahu memilih pasangan yang mana sebesar 11,4 persen,” tulis Populi dalam rilis hasil surveinya yang diterima SERUJI, Rabu (24/10).

Masih belum solidnya dukungan pemilih Domkrat ini tidak jauh berbeda dengan pemilih Partai Golkar yang baru sebesar 58,0 persen akan memilih paslon nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf yang diusung Golkar.

Hal yang sama terjadi pada pemilih PPP, dimana hanya 47,5 persen pemilih PPP yang akan memilih Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Sementara 42,5 lebih memilih Prabowo-Sandiaga. Yang tidak tahu sebesar 10,0 persen.

Survei Populi ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,53 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.  (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Isu Kuatkan Ekonomi Umat pun Disuarakan oleh TGB Zainul Majdi

Bagi dunia politik, apa beda politisi dengan pemimpin? Orientasi politisi adalah jabatan. Mereka hanya tamu di dunia politik karena datang dan pergi sesuai dengan menang atau kalah dalam pemilihan umum.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.