Survei LSI Denny JA: Beginilah Pergeseran Dukungan Setelah Ijtima’ Ulama II

0
365
  • 12
    Shares
Ijtima' Ulama II
Calon Presiden Prabowo menandatangani pakta integritas di Ijtima Ulama II, Ahad (16/9/2018). (foto:istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei yang mereka lakukan terhadap dukungan masyarakat setelah dilakukannya Ijtima’ Ulama II pada Ahad (16/9) yang lalu.

Dalam hasil survei tersebut, diketahui bahwa terjadi pergeseran dukungan masyarakat setelah Ijtima’ Ulama II dalam menentukan pasangan calon Presiden (capres)-Wakil Presiden (cawapres).

“Hasil Ijtima’ Ulama II mengubah pergeseran dukungan masyarakat terhadap pasangan capres-cawapres,” kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (27/9).

Segmen PA212

Ardian menjelaskan setelah Ijtima’ Ulama II, dukungan terhadap Prabowo-Sandiaga naik di segmen pemilih Persaudaraan Alumni (PA) 212, yaitu sebesar 75 persen.

Berdasarkan hasil survei LSI Denny JA pada Agustus 2018, dukungan dari segmen PA 212 adalah 61,1 persen.

“Dukungan segmen PA 212 terhadap Prabowo-Sandiaga naik setelah Ijtima’ Ulama 2, dengan ‘base’ populasi PA 212 sebesar 3,7 persen,” ujarnya.

Baca juga: Ini 17 Poin Pakta Integritas yang Diteken Prabowo di Ijtima’ Ulama II

Sementara itu, untuk dukungan pasangan Jokowi-Ma’ruf di segmen PA 212 justru menurun setelah Ijtima’ Ulama II, yaitu 16,7 persen. Padahal berdasarkan survei di Agustus 2018 sebesar 27,8 persen.

Dukungan Kalangan NU

Menurut Ardian, dukungan kalangan Nahdlatul Ulama (NU) terhadap Prabowo-Sandiaga justru menurun setelah Ijtima’ Ulama II, yaitu di Agustus 2018 sebanyak 27 persen. Sedangkan berdasarkan hasil survei September 2018 sebesar 26,1 persen.

“Hal sebaliknya terjadi di pasangan Jokowi-Ma’ruf, pada Agustus 2018 dukungan segmen NU sebanyak 54,7 persen dan di September 2018 naik menjadi 55,5 persen,” katanya.

Dukungan Segmen Yang Ingin Indonesia Seperti Timteng

Dari dukungan segmen yang menginginkan Indonesia seperti Timur Tengah, dukungan terhadap Prabowo-Sandiaga meningkat, dari sebelum di Agustus 2018 sebesar 38,8 persen, menjadi 50 persen di September 2018.

Baca juga: Habib Rizieq Ajak Umat Islam Menangkan Prabowo-Sandiaga

Sementara itu dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf dari segmen yang menginginkan Indonesia seperti Timur Tengah justru menurun, yaitu di Agustus 2018 sebesar 43,5 persen. Sedangkan di September 2018 sebesar 35,7 persen.

Dukungan Segmen Indonesia Khas Pancasila

“Lalu dari segmen yang ingin Indonesia khas Pancasila, dukungan terhadap Prabowo-Sandiaga menurun, yaitu Agustus 2018 sebesar 30,4 persen menjadi 29,8 persen di September 2018. Sementara di pasangan Jokowi-Ma’ruf meningkat dari Agustus 2018 sebesar 54,2 persen menjadi 54,8 persen,” katanya.

Survei LSI Denny JA itu dilakukan pada 14-22 September 2018 dengan menggunakan metode tatap muka langsung menggunakan kuesioner terhadap 1200 responden di 34 provinsi.

Survei tersebut menggunakan metode “multistage random sampling” dengan “margin of error” kurang lebih 2,9 persen. (SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU