Soal Amien Rais Sebut “Jin” Borobudur, TKN: Berarti Hasil Pemilu 2004 dan 2009 Kerja Jin?

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Habib Sholeh Almuhdar mempertanyakan pernyataan Amien Rais yang menolak rekapitulasi suara di Hotel Borobudur karena menilai banyak ‘jin’ di tempat tersebut.

“Kami mempertanyakan kapasitas dan pengetahuan Amien Rais ketika menyebut rekapitulasi suara KPU tak boleh di Hotel Borobudur akibat di sana banyak ‘jin’,” kata Sholeh Almuhdar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (28/3).

Sholeh Almuhdar menilai Amien Rais berupaya mendelegitimasi lembaga penyelenggara pemilu melalui pernyataan tersebut. Menurutnya upaya mendelegitimasi ini sudah beberapa kali dilakukan Amien Rais.

Sholeh Almuhdar juga menyampaikan bahwa KPU sudah menyatakan bahwa lokasi Hotel Borobudur sebagai tempat perhitungan suara adalah hanya terjadi di Pemilu 2004 dan 2009. Sementara sejak 2014 dan nantinya di Pemilu 2019, lokasi rekapitulasi adalah kantor KPU di Jalan Imam Bonjol.

“Kalau pakai logika ‘jin’-nya Amien Rais, berarti hasil kerja ‘jin’ itu adalah hasil Pilpres 2004 dan 2009 dong? Kalau saya tak salah, Amien Rais dan PAN menjadi bagian dari penguasa era 2004-2014. Berarti yang memelihara ‘jin’ siapa?” tukasnya.

Ia menegaskan Jokowi tidak memiliki rekam jejak kecurangan. Ia meminta Amien Rais bertanya kepada dirinya sendiri siapa sosok yang memiliki rekam jejak kecurangan.

Diberitakan sebelumnya, Amien Rais meminta rekapitulasi suara pemilu tidak dilakukan di Hotel Borobudur karena banyak ‘jin’ di tempat itu. Amien Rais mengaku mengetahui di tempat itu banyak peretas atau ‘hacker’.

Editor:Hrn
Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

5 Gili Paling Indah di Lombok Selain Gili Trawangan

Lombok enggak melulu soal Gili Trawangan karena ada gili-gili lainnya yang enggak kalah menarik untuk dikunjungi.

Orang Lebih Suka Cari Rumah Saat Sedang Bekerja

Berdasarkan traffic pengunjung portal properti Lamudi.co.id, ternyata waktu favorit masyarakat mencari rumah adalah saat di hari kerja, yakni pada hari Selasa hingga Kamis mulai pukul 10.00 pagi sampai 14.00 siang.

Nilai Nadiem Belum Layak Jadi Menteri, Driver Online: Lebih Baik Fokus Besarkan Gojek

Rahmat menilai, Nadiem belum layak menjadi menteri. Contoh skala kecil saja, dalam menjalankan bisnisnya di Gojek, Nadiem belum mampu mensejahterakan mitra nya, para driver online, baik yang roda dua maupun roda empat.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Demokrasi di Minangkabau