Real Count KPU 100%: Unggul Tipis dari Jokowi, Begini Peta Kemenangan Prabowo di Bengkulu

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Provinsi Bengkulu telah menyelesaikan 100 persen input scan C1 pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ke sistem perhitungan suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (26/4).

Hasil akhir di Situng yang dapat diakses publik secara transparan di pemilu2019.kpu.go.id ini, pasangan nomor rurut 02, Prabowo-Sandiaga unggul dari paslon nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Prabowo Unggul Tipis dengan Selisih 0,26 Persen dari Jokowi di Bengkulu

Hasil real count scan C1 Pilpres 2019 KPU untuk provinsi Bengkulu yang telah mencapai 100%.

Pantauan SERUJI, Sabtu (27/4) pukul 01.15 dini hari, Prabowo-Sandiaga unggul tipis yakni sebesar 0,26 persen atau sebanyak 2.957 suara dari Jokowi-KH Ma’ruf.

Prabowo-Sandiaga berhasil meraih dukungan masyarakat Bengkulu dengan mengumpulkan 585.521 suara, atau sebesar 50,13 persen dari total suara sah yang berjumlah 1.168.085 suara. Sementara, pasangan 01, Jokowi-KH Ma’ruf meraih dukungan sebanyak 582.564 suara (49,87%).

Dari 10 Kota/Kabupaten, Prabowo dan Jokowi Membagi Rata Kemenangan 50:50

Hasil real count scan C1 Pilpres 2019 KPU untuk provinsi Bengkulu yang telah mencapai 100%, per Kota/Kabupaten berdasarkan persentase kemenangan paslon.

Dari 10 Kota/Kabupaten di Provinsi Bengkulu, Prabowo berhasil meraih kemenangan di Kabupaten Rejang Lebong (56.60%), Kota Bengkulu (56,48%), Kabupaten Kepahiang (54,70%), Kabupaten Bengkulu Tengah (51,48%), dan Kabupaten Seluma (50,07%).

Sementara Jokowi-KH Ma’ruf juga berhasil meraih kemenangan di 5 Kota/Kabupaten, yakni Bengkulu Utara (60,13%), Lebong (54,85%), Mukomuko (52,63%), Kaur (52,05%), dan Bengkulu Selatan (51,97%).

Prabowo Unggul Telak 2 Digit di 2 Kota/Kabupaten, Jokowi Hanya di Bengkulu Utara

Hasil real count scan C1 Pilpres 2019 KPU untuk provinsi Bengkulu yang telah mencapai 100%, per Kota/Kabupaten berdasarkan jumlah suara yang diraih paslon.

Dari hasil perolehan suara per Kota/Kabupaten, terlihat calon petahana Jokowi unggul telak dengan raih selisih 2 digit, hanya di Kabupaten Bengkulu Utara, dengan meraih kemenangan besar di 60,13 persen dengan mengumpulkan 106.062 suaara.

Sementara pasangan yang diusung Gerindra, PKS, PAN, Demokrat, dan Berkarya berhasil unggul telak dengan selisih 2 digit di dua Kota/Kabupaten, yakni di Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong.

Di Kota Bengkulu Prabowo-Sandi meraih 113.182 suara (56,48%), sementara di Kabupaten Rejang Lebong dapat dukungan 90.401 suara (56,60%).

Partisipasi Pemilih di Provinsi Bengkulu dalam Pilpres 2019 Lebih 84 Persen

Kandidat Pilpres 2019: Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo SUbianto-Sandiaga Uno.

Dilihat dari jumlah suara sah di Situng KPU yang berjumlah 1.168.085 suara, diperkirakan partisipasi pemilih dalam Pilpres 2019 di Provinsi Bengkulu lebih dari 84 persen.

Dari suara sah yang berjumlah 1.168.085 suara, jika dibandingkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Bengkulu yang berjumlah 1.399.108 pemilih maka didapat nilai partisipasi berdasarkan suara sah sebesar 83,49 persen.

Jika dijumlahkan denngan suara tidak sah, maka diperkirakan partisipasi pemilih dalam Pilpres 2019 di provinsi Bengkulu mencapai lebih dari 84 persen.

Berikut Tabel Real Count 100% KPU di Provinsi Bengkulu Berdasar Kota/Kabupaten

NoPULAUJOKOWIPRABOWOTOTALJOKOWIPRABOWO
1BENGKULU SELATAN51.41647.51598.93151,97%48,03%
2BENGKULU TENGAH34.63336.74971.38248,52%51,48%
3BENGKULU UTARA106.06270.338176.40060,13%39,87%
4KAUR 39.52536.41575.94052,05%47,95%
5KEPAHIANG 40.69849.14789.84545,30%54,70%
6KOTA BENGKULU87.194113.182200.37643,52%56,48%
7LEBONG 36.19129.79565.98654,85%45,15%
8MUKOMUKO57.23551.516108.75152,63%47,37%
9REJANG LEBONG 69.31990.401159.72043,40%56,60%
10SELUMA60.29160.463120.75449,93%50,07%
TOTAL582.564585.5211.168.08549,87%50,13%

Catatan: Data yang ditampilkan di Situng KPU bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.