Prabowo Yakin Mampu Perbaiki Ekonomi Indonesia dengan Singkat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut bangsa Indonesia dalam kondisi semakin miskin, tak berdaya, dan bisa saja punah jika terus mempertahankan pemerintahan saat ini. Atas dasar itu ia memutuskan mencalonkan diri sebagai presiden karena yakin bisa mengubah kondisi perekonomian Indonesia dengan cepat bersama tim kerjanya.

“Saudara-saudara sekalian, kalau saya bersama tim saya tidak yakin kita bisa perbaiki keadaan negara ini dengan cepat, maka saya tidak akan maju jadi calon presiden. Saya siap maju karena saya yakin kita dapat perbaiki keadaan negara dalam waktu singkat,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato politiknya di Konferensi Nasional (Konfernas) Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).

Menurut Prabowo, Konfernas Gerindra ini merupakan sebuah taklimat sebelum maju ke medan laga menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia.

“Kita merasakan getaran rakyat, kita merasakan rakyat ingin perubahan, rakyat ingin perbaikan, rakyat ingin pemerintah yang bersih dan tidak korupsi. Karena itu kita tidak bisa kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah,” kata Prabowo di hadapan ribuan kader Gerindra.

Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai elit Indonesia selalu mengecewakan dan gagal menjalankan amanah rakyat Indonesia sehingga menjadikan Indonesia pada titik saat ini dimana rakyat semakin susah dan bertambah miskin.

“Sudah terlalu lama elite yang berkuasa puluhan tahun itu memberi arah keliru dan sistem yang salah,” ujarnya.

Sistem yang salah ini jika diteruskan, kata Prabowo, akan membuat Indonesia semakin lemah dan miskin

“Indonesia semakin miskin, dan semakin tidak berdaya, bahkan bisa punah,” ujarnya.

Baca juga: Prabowo: Kalau Kita Kalah di Pilpres, Negara Ini Bisa Punah

Mantan danjen Kopassus ini mengatakan, apabila seorang pemimpin sudah tidak dapat memperbaiki apa yang dipimpinnya, maka lebih baik pemimpin tersebut diganti.

“Demokrasi berarti rakyat berhak mengganti pemimpinnya kalau rakyat menghendaki. Kenapa harus ribut ganti pemimpin? Kalau pilot pesawat sudah kelihatan kurang handal, kan lebih baik pilotnya diganti. Kalau pengemudi taksi kelihatannya salah jalan terus, apa nggak lebih baik diganti?” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Prabowo, ada pihak-pihak yang selalu mengatakan bahwa Indonesia dalam keadaan baik-baik saj, ekonomi bagus, dan harga-harga kebutuhan pokok terjangkau. Namun, ia yakin masyarakat lebih faham keadaan saat ini.

Ia kembali menegaskan, dirinya yakin bersama calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno mampu memperbaiki kondisi Indonesia menuju arah yang lebih baik. Hal itulah yang menjadi satu alasan kenapa dirinya memutuskan kembali mencalonkan sebagai presiden. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

Akhirnya, Dahnil Anzar Bergabung di Pemerintahan Jokowi Sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan

Dahnil yang dikenal sangat keras mengkritisi pemerintahan Presiden Jokowi sebelumnya, mengaku baru ia yang ditunjuk Prabowo sebagai staf khusus yang berwenang di bidang Komunikasi publik pada bidang sosial ekonomi dan hubungan antara lembaga.

Begini Tanggapan “Santuy” Anies Baswedan Soal Karikatur “Terendam di Lem Aibon” Tempo

Menanggapi cover majalah Tempo yang sarat kritik tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab dengan "santuy". Berikut tanggapannya.

Istana Tegaskan Mantan Napi Tidak Bisa Jadi Dewan Pengawas KPK

Dengan penjelasan Fadjroel ini, maka terbantah rumor yang beredar bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Antasari Azhar akan dipilih Presiden Jokowi sebagai Dewas KPK.

TERPOPULER

Akhirnya, Dahnil Anzar Bergabung di Pemerintahan Jokowi Sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan

Dahnil yang dikenal sangat keras mengkritisi pemerintahan Presiden Jokowi sebelumnya, mengaku baru ia yang ditunjuk Prabowo sebagai staf khusus yang berwenang di bidang Komunikasi publik pada bidang sosial ekonomi dan hubungan antara lembaga.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close