close

Prabowo: Kalau Kita Kalah di Pilpres, Negara Ini Bisa Punah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut Indonesia bisa punah jika dirinya dan pasangannya Sandiaga Uno kalah dalam Pilpres 2019.

Prabowo beralasan kepunahan itu karena makin tingginya ketimpangan sosial akibat langkah keliru yang diambil elite berkuasa. Sehingga ia menilai sistem pemerintahan saat ini dalam kondisi kritis dan genting.

“Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato politiknya di Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).

“Karena itu, saya menganggap konferensi ini sebuah taklimat sebelum maju ke medan laga menyelamatkan negara ini,” imbuhnya.


Menurut Prabowo, hancurnya negara ini dikarenakan para elite politik Indonesia salah dalam menjalankan menjalankan sistem bernegara, sehingga gagal menjalankan amanah rakyat.

“Rakyat ingin perubahan dan perbaikan. Sudah terlalu lama elite yang berkuasa puluhan tahun itu memberi arah keliru dan sistem yang salah,” kata Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Sistem yang salah ini jika diteruskan, kata Prabowo, akan membuat Indonesia semakin lemah dan miskin

“Indonesia semakin miskin, dan semakin tidak berdaya, bahkan bisa punah,” ujarnya.

Prabowo lalu memaparkan analisis salah satu anggota tim ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Fuad Bawazier. Ia menyebut pendapatan per kapita masyarakat Indonesia saat ini mencapai 4.000 dolar AS per tahun. Namun, kata Prabowo, 49 persen dari nilai tersebut justru dikuasai hanya sekitar satu persen penduduk Indonesia.

“Jadi kalau kita cabut yang satu persen maka tinggal setengahnya. Pendapatan per kapita kita bukan lagi 3.800 dolar, tapi setengahnya, kurang lebih 1.900 dolar AS per kapita artinya dibagi rata,” kata mantan Danjen Kopassus ini.

Tak sampai di situ pemaparan Prabowo. Dari angka 1.900 itu pun masih ada tanggungan utang yang harus ditanggung oleh setiap warga negara. Bahkan, kata Prabowo, bayi yang belum lahir pun menanggung beban utang sebesar Rp9 juta.

“Kita semua punya utang. Bahkan anakmu baru lahir punya utang. Utangnya kurang-lebih 600 dolar atau sekitar Rp9 juta,” katanya.

Dengan pendapatan per kapita sebesar 1.300 dolar AS itu, Prabowo lantas menyamakan posisi Indonesia setara dengan Afganistan dan negara-negara miskin di Afrika, seperti Rwanda, Chad, Ethiopia, dan Burkina Faso.

“Setelah 73 tahun Indonesia merdeka, kita setara mereka (dengan negara-negara miskin),” katanya.

Namun, kata Prabowo, fakta ini seolah ditutup-tutupi para elite. Karena itulah, kata Prabowo, tak ada jalan lain bagi dirinya dan Sandiaga Uno selain memenangi Pilpres 2019 mendatang.

“Fakta ini yang tidak pernah diakui oleh elite kita. Oleh karena itu tidak ada jalan lain, kita harus memenangkan pemilihan presiden 2019,” tegasnya.

Baca juga: Negara Bubar, 212 dan Keadilan Sosial: Sebuah Tanggapan Atas Pikiran Prabowo

Prabowo menyebut konferensi nasional digelar untuk persiapan menjelang pileg dan pilpres 2019. Kegiatan serupa juga pernah dilakukan ketika menjelang pilkada 2018.

“Karena pemilihan gubernur waktu itu, menjadi pertarungan antara kekuatan yang membela kebenaran dan keadilan, dan kekuatan yang ingin memperpanjang keadaan yang tidak benar dan tidak adil,” tuturnya.

Konferesi Nasional Partai Gerindra dihadiri oleh sejumlah tokoh di antaranya Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen PKS Mustafa Kamal, Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Selain itu, turut hadir pula sejumlah tokoh Persaudaraan Alumni 212 dan Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) seperti Slamet Ma’arif, Al Khaththath, dan Yusuf Martak. Hadir juga Ketua KSPI Said Iqbal dan aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman. (SU05)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Wagub Banten Minta FKUB Aktif Membantu Menghentikan Politisasi Agama

SERANG, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy meminta...

PPDB di Jakarta Berjalan Kondusif

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)...

TKN Sebut Dalil BPN Tentang Ajakan Berbaju Putih Cara Pandang Bias Anti-Petahana

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota tim hukum Tim Kampanye Nasional...

Anggota DPRD Jatim Harapkan Pemerintah Pusat Beri Arahan Terkait PPDB

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Anggota DPRD Jawa Timur, Agatha Retnosari berharap...

Kivlan Zen Akan Dihadapkan Dengan Habil Marati Untuk Interogasi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Keterangan tersangka dugaan kepemilikan senjata api...

MRT Diperkirakan Dapat Mengurangi Hingga 5.600 Kendaraan Pribadi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Transportasi umum terbaru di ibu kota,...

TERPOPULER