Novel Sebut Cinta Prabowo-Sandi Masuk Surga, Cak Imin: Emang Lu Malaikat?

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Soal akhirat kembali jadi perbincangan dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Kali ini dipicu pernyataan Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin. PA212 adalah salah salah satu organisasi yang mendukung paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno.

Novel yang diminta membaca doa dalam acara deklarasi dukungan ‘Perempuan Prabowo’ di Sekretariat Nasional Posko Pemenangan Prabowo-Sandi, Jakarta, Jumat (12/10), mengatakan bila ingin masuk surga maka diantaranya harus cinta pada Prabowo-Sandiaga.

“Bu, mau masuk surga? Cinta sama Allah, cinta sama Rasulullah, cinta sama Prabowo, cinta sama Sandiaga Uno. Betul? Takbir!! Insyaallah masuk surga,” ujar Novel sebelum membacakan doa.

Sontak, pernyataan Novel yang diliput berbagai media nasional ini menjadi perbincangan dan disayangkan berbagai pihak.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar juga angkat suara terkait pernyataan Novel ini.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin ini, tidak ada masalah jika masing-masing kubu mendoakan para pemilih paslonnya agar masuk surga. Tapi, ia menyayangkan jika ada pernyataan jika mencintai paslon 02 Prabowo-Sandiaga, pasti dijamin masuk surga.

“Kalau kiai di kubu Pak Prabowo mendoakan, enggak apa-apa. Tapi kalau pasti masuk surga, emang lu malaikat,” ujar Cak Imin disela-sela peluncuran Musabaqoh Kitab Kuning dalam rangka memperingati Hari Santri 2018 di Kantor PKB, Jakarta, Ahad (14/10)

Ditegaskan Cak Imin, bahwa pihaknya sebagai pengusung paslon nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin, tidak pernah menyatakan hal-hal seperti itu.

“Jadi yang benar itu, kalau nyoblos PKB akan didoakan. Para kiai mengatakan, yang nyoblos PKB didoakan husnul kotimah,” tegas Cak Imin. (Hrn)

5 KOMENTAR

  1. gue pendukung Prabowo. gue secara pribadi tidak sependapat dengan pernyataan Novel. buat gue mendukung atau nge fans sich boleh-boleh saja tapi tidak membabi-buta gitu dan tetap pakai akal sehat. ITULAH YG MEMBEDAKAN KITE-KITE DENGAN KECEBONG

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER