Lebih Percaya Survei Internal, Sandiaga Klaim Selisih Elektabilitas di Bawah 10 Persen

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengatakan berdasarkan bocoran hasil survei internalnya, perbedaan elektabilitas dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi-KH Ma’ruf Amin hanya tinggal satu digit.

“Selisihnya di bawah 10 persen. Kita sudah di angka 40. Itu selisihnya antara 7-9 persen. Sedangkan kubu sebelah di bawah angka lima (50),” kata Sandiaga di Jakarta Selatan, Jumat (8/2).

Terkait dengan beberapa lembaga survei seperti LSI Denny JA dan Populi Center yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Sandiaga menanggapinya santai.

“Ini mirip-mirip waktu DKI, semua (lembaga) di DKI juga begitu. Kita terima masukan aja,” kata mantan Wagub DKI ini.

Sebagaimana diketahui, saat Pilgub DKI Jakarta pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dari hasil berbagai lembaga survei diprediksi selalu kalah dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Namun setelah perhitungan di KPU serta hitung cepat saat pemilihan, ternyata pasangan Anies-Sandiaga yang memenangkan Pilgub DKI Jakarta.

“Kita sudah cross di angka 4 (40) kita akan perbaharui terus survei internal kita. Ini terbukti strategi kita diterima masyarakat,” tukas Sandiaga.

Rencananya dua minggu lagi, Sandiaga akan membocorkan hasil survei elektabilitas dari survei internalnya. (Ant/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.