close

Indonesia Pasca Jokowi (19): Saatnya Senjata BUKAN Lagi Alat Kekuasan

Oleh: Sri-Bintang Pamungkas

SERUJI.CO.ID – Apa yang dialami Neno Warisman di Pekanbaru dan Ratna Sarumpaet di Pangkal Pinang bukan hal baru. Sejak jaman Soeharto sudah ada, bahkan lebih bengis dan kejam. Ratna yang old crack seperti SBP pasti tahu, karena dia sudah mengalami berkali-kali di jaman Soeharto…

Tapi tidak ada yang lebih sadis dan kejam dibanding dengan apa yang dialami oleh Marsinah, aktivis buruh perempuan dari Sidoarjo… Marsinah dibunuh dengan badan dan kemaluannya ditusuk-tusuk, hanya karena memimpin buruh berunjukrasa dan mogok… sesuatu yang dijamin Pasal 28 Konstitusi. Di jaman itu lalat hijau yang melakukannya… bukan wereng coklat seperti sekarang. Wartawan Bernas, Jawa Tengah, Udin, juga mengalami hal yang sama: dibunuh… Sampai saat ini kasus-kasus pembunuhan itu tidak pernah terdengar masuk pengadilan.

SBP mengalami beberapa kali dikerjai juga, di antaranya di Yogya… ketika SBY masih Danrem. Ruangan LBH Yogya tempatnya memberikan ceramah sudah dikepung oleh panser-panser dan anakbuah SBY. Juga banyak mobil polisi yang ikut membantu. Maksudnya mau membubarkan, tapi karena tidak tahu tema ceramah akhirnya ikut masuk mendengarkan… Tapi, karena telinga menjadi merah, akhirnya ceramah dibubarkan juga!

Lain waktu, Pilot pesawat yang membawa SBP diminta untuk memarkir di tempat VIP Bandara Adi Soetjipto. Sehingga, puluhan mahasiswa penjemput kecele. SBP sendiri dijemput jeep polisi untuk dibawa ke Kampus tempat seminar dengan pengawasan ketat… Selesai Seminar diantar pulang lagi ke Bandara.


Di Makasar lain lagi. Sesudah dikepung ratusan petugas gabungan TNI dan Polri, listrik dimatikan. Khawatir ada yang main badik, SBP dilarikan dengan sepeda motor pulang ke Asrama HMI. Kejadian yang mirip berlangsung di Palu, Surabaya, Bandung dan lain-lain.

Akhirnya SBP diadili pula, sesudah diumpat dan diserapahi para jenderal, termasuk Panglima ABRI. Dituduh menghina Soeharto, lalu masuk bui… Sebelum Soeharto tersungkur jatuh, penculikan dan penghilangan Pemuda dan Mahasiswa oleh TNI juga marak… Dan sampai sekarang yang hilang belum ditemukan pula…, kecuali 4 Mahasiswa Trisakti yang terbunuh.

Di jaman Habibie, 16+1 mahasiswa dan pemuda tewas ditembak di Kasus Semanggi 1+2. Lalu belasan Pemuda Pam Swakarsa hilang pula nyawanya… Semua perkara itu hilang begitu saja. Sungguh pengecut!

Di jaman Mega dan SBY belasan mahasiswa masuk bui dengan tuduhan menghina Presiden. Belum jera pula dengan sifat represifnya, Rezim SBY membubarkan Kongres Golput di Yogya, Solo dan Bandung. Bersama puluhan peserta Kongres, SBP disekap di Poltabes Yogya selama 8 jam. Di Solo dihadapkan dengan puluhan Polisi Poltabes bersenjata laras bersama anjing-anjingnya.

Belum terhitung dibunuhnya puluhan terduga teroris, baik dengan pelor maupun bom. Ditangkapnya pula aktivis yang membakar baliho bergambar SBY-JK. Tapi dari situ Pasal-pasal Penghinaan kepada Presiden justru berhasil dicabut pada 2006. Setahun kemudian Pasal Kebencian kepada Pemerintah dicabut pula dalam Kasus Unjukrasa di Banda Aceh… Ternyata masih ada yang berpikir waras…

Sekarang Rezim Jokowi dengan Pasukan Wereng Coklatnya mengulang lagi arogansi dan bengisnya aparat bersenjata. Masa dari Ormas-ormas yang awalnya dibentuk Soeharto untuk Program Adu-Domba dalam Konflik Horisontal pun mulai disemarakkan lagi…Tentu pelanggaran HAM dan pembunuhan masal ini semua harus diakhiri.

Akhirnya semakin besar masa rakyat yang anti-pati kepada Rezim yang selalu memperalat aparat bersenjata keluar dari fungsi dan tugas yang sebenarnya. Seperti terjadi pada Soekarno dan Soeharto, akhirnya Jokowi juga akan merasakan kejatuhannya oleh masa rakyat. Pasal 28 UUD45 sungguh sakti: Kemerdekaan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat, baik lisan maupun tulisan dan lain-lain dijamin oleh undang-undang…

Pasca Jokowi, jabatan Kapolri harus dihapus. Seiring dengan Otonomi Provinsi, jabatan tertinggi Polri adalah Kapolda yang dikoordinir oleh Gubernur. Lalu dibentuk badan-badan di tingkat Negara, seperti Badan Keamanan Nasional, Badan Penyelidik Negara dan Badan Polisi Rahasia… Tentu Densus88 dihapus pula!

@SBP
27/8/18

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Waspada Prediabetes, Inilah Faktor Risikonya

Nah, sesuai dengan namanya, prediabetes, penyandangnya belum bisa masuk kategori diabetes, tapi kadar gula darahnya sudah tinggi.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Mengenal Lebih Dekat Komisi Anti Korupsi Hongkong

Hubungan persahabatan antara KPK dan ICAC telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Kerjasama kedua lembaga anti rasuah tersebut sebagian besar menyangkut peningkatan kapasitas KPK, terutama dibidang akuntansi forensik, pemulihan aset, dan tehnik investigasi.

Viral Video Mobil Berplat TNI di Kampanye Prabowo-Sandi, Begini Penjelasan Mabes TNI

Sebuah video yang memperlihatkan mobil berplat TNI dalam acara kampanye pasangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga hari ini, Jumat (22/3) viral di media sosial.

Selandia Baru Mengheningkan Cipta Saat Adzan Berkumandang di Seluruh Negeri

Dalam foto yang dikirimkan Deddy, terlihat warga Selandia Baru di Kota Wellington berkumpul di depan masjid menunjukkan dukungan dan simpatinya kepada ummat Islam. Tak sedikit juga terlihat wanita yang mengggunakan hijab.

Peringati Sepekan Teror Christchurch, Selandia Baru Heningkan Cipta dan Siarkan Adzan Secara Nasional

"Sebuah peringatan nasional bagi mereka yang tewas dalam serangan teror Christchurch akan diadakan besok, Jumat 22 Maret," kata Perdana Menteri Jacinda Ardern

Viral: Tunjukkan Solidaritas, Ratusan Mahasiswa Selandia Baru Berkumpul Dengarkan Adzan

Ratusan Mahasiswa tersebut berkumpul untuk mendengarkan suara adzan yang sedang berkumandang dengan penuh hikmad.

Dalami Kasus Dugaan Suap Romahurmuziy, KPK Mulai Periksa 12 Saksi

Dijelaskan Febri, penyidik KPK mendalami proses seleksi yang dilakukan untuk mengisi jabatan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur yang akhirnya diisi oleh tersangka Haris Hasanuddin atau HRS.

Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Terkendala Pembebasan Lahan di Padangpariaman

Tol yang rencananya membentang sepanjang sekitar 245,8 kilometer dan diharapkan bisa memangkas waktu tempuh antara Padang-Pekanbaru yang saat ini bisa mencapai 9-12 jam, terkendala pembebasan lahan di kilometer 4,2-30.

Viral Video Mobil Berplat TNI di Kampanye Prabowo-Sandi, Begini Penjelasan Mabes TNI

Sebuah video yang memperlihatkan mobil berplat TNI dalam acara kampanye pasangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga hari ini, Jumat (22/3) viral di media sosial.

Jokowi ke Sibolga Pascabom Bunuh Diri, Iwan Fals: Duh Pak, Ini Bukan Soal Berani….

"Hmmm klo soal berani ai percaya dah, wong situ masuk got aja berani kok (mungkin begitu dlm hatinya Pak Tito )...," tukas Iwan.

Survei Kompas: Jelang Hari Pencoblosan Elektabilitas Jokowi Jatuh, Makin Dipepet Prabowo

Elektabilitas Jokowi turun di bawah 50 persen, sementara Prabowo terus naik elektabilitasnya, sehingga jaraknya makin menipis.

Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat dari Kepengurusan Golkar

"Erwin Aksa diberhentikan dari posisi Ketua Bidang Koperasi dan UKM," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily

TERPOPULER

video

Viral Video Mobil Berplat TNI di Kampanye Prabowo-Sandi, Begini Penjelasan Mabes TNI

Sebuah video yang memperlihatkan mobil berplat TNI dalam acara kampanye pasangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga hari ini, Jumat (22/3) viral di media sosial.

Selandia Baru Mengheningkan Cipta Saat Adzan Berkumandang di Seluruh Negeri

Dalam foto yang dikirimkan Deddy, terlihat warga Selandia Baru di Kota Wellington berkumpul di depan masjid menunjukkan dukungan dan simpatinya kepada ummat Islam. Tak sedikit juga terlihat wanita yang mengggunakan hijab.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi