Jelang Debat Kedua, Prabowo Bertemu Tim BPN Untuk Berdiskusi


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto akan bertemu tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran, Jakarta Selatan, Ahad (17/2) siang, sebelum menjalani debat kedua capres dalam rangkaian Pilpres 2019.

“Tim BPN akan berkumpul di Kertanegara siang ini bertemu dengan Pak Prabowo. Pak Prabowo berdiskusi ringan dengan teman-teman BPN siang ini,” kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Ahad (17/2).

Menurut Andre, Prabowo akan berangkat ke lokasi debat usai salat Maghrib berjamaah dan berangkat bersama tim BPN.

“Nanti Pak Prabowo akan berangkat abis salat Maghrib berjamaah, kemudian berangkat bersama-sama lagi ke tempat debat,” tuturnya

Debat Pilpres 2019 kedua akan mempertemukan dua capres, yaitu Jokowi yang juga petahana, dan Prabowo Subianto.

Debat kedua digelar di Hotel Sultan, dengan tema infrastruktur, energi dan pangan, serta SDA dan Lingkungan Hidup.

Prabowo Santai Hadapi Debat Capres Putaran Kedua

Prabowo saat menyapa masyarakat Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019).

Sebelumnya, Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengatakan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sangat santai menghadapi debat kedua yang akan berlangsung Minggu (17/2).

“Prabowo sangat santai menghadapi debat kedua, Sabtu pagi beliau senam bersama 1.000 ibu-ibu di Hambalang,” kata Sudirman di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Sabtu.

Menurut Sudirman, Sabtu malam kemungkinan ada diskusi dengan beberapa pihak dan Minggu ini Prabowo bersama juru debat dan juru bicara melakukan workshop.

Ia mengatakan workshop itu untuk menyamakan persepsi agar ketika memberikan pernyataan di media, yang disampaikan tidak keluar dari konteks visi-misi dan program Prabowo-Sandi.

“Besok berkumpul untuk melakukan workshop untuk menyamakan persepsi yang disampaikan di media-media sehingga persiapan kami sangat baik,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pengabdian Tragis Dahlan Iskan!

Dua kali hari Kartini saya mendapatkan kado sedih. Pertama saat Ibu saya tercinta meninggal dunia dalam usia 52 tahun, 21 April 1994.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close