Inilah Himbauan NU dan Muhammadiyah Terkait Insiden Pembakaran Bendera Tauhid

0
142
  • 9
    Shares
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirod dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (26/10/2018). (capture: video)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Insiden pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) saat peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Garut pada Senin (22/10/2018) yang lalu, telah memunculkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Berbagai elemen masyarakat menyayangkan dan mengecam kejadian tersebut yang dianggap melukai perasaan umat Islam Indonesia. Walau, oknum Banser tersebut melakukan pembakaran karena menganggap bendera yang dibakar adalah bendera dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang telah dilarang pemerintah.

Oknum Banser yang melakukan pembakaran tersebut telah meminta maaf, namun masyarakat sontak bereaksi atas peristiwa tersebut dengan menggelar aksi di berbagai kota di Indonesia untuk mengecam peristiwa tersebut, lewat “Aksi Bela Tauhid” pada Jumat (26/10) kemarin.

Menyikapi hal tersebut, untuk mencegah munculnya perpecahan ditengah masyarakat akibat upaya adu domba, Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan ormas Islam, di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (26/10) malam.

Baca juga: Umat Islam Bergerak, Inilah “Aksi Bela Tauhid” di Berbagai Kota

Usai pertemuan, para pimpinan ormas Islam mengeluarkan pernyataan sikap yang diantaranya menyesalkan terjadinya pembakaran bendera tersebut, dan sepakat menjaga suasana kedamaian serta berupaya meredam situasi agar tidak terus berkembang.

Selain itu, dua pimpinan ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah juga menyerukan pada umat Islam, khususnya anggota kedua organisasi besar tersebut untuk menahan diri.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Siad Aqil Sirod menghimbau kepada seluruh warga Nahdliyin khususnya, dan umat Islam pada umumnya agar mendinginkan suasana, dan menegakkan ukhuwah Islamiyah.

“Mari kita ta’awun ‘alal birri wa taqwa, mari kita bergandengan tangan, bergotong royong, membangun hal-hal yang positif, hentikan ketegangan, hentikan konflik, mari kita sayangi, kita cintai keselamatan NKRI,” ujar KH Said Aqil, di Istana Wapres, Jumat (26/10) malam.

Baca juga: Inilah Pernyataan Sikap Bersama Pimpinan Ormas Islam Soal Pembakaran Bendera Tauhid

Kiai Said juga meminta permasalahan yang terjadi terkait pembakaran bendera di Garut dihentikan, tidak perlu dikembang-kembangkan lagi.

Tidak berbeda, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, juga mengajak umat Islam, khususnya keluarga besar Muhammadiyah agar menghadapi masalah tersebut dengan cara yang tenang, damai, dan seksama.

“Karena itu mari kita tingkatkan semangat ukhuwah, saling memaafkan dan kita melangkah ke depan untuk memajukan umat dan bangsa. Insya Allah, Allah akan memberkahi kita, dan kita akan menjadi umat dan bangsa yang maju,” kata Haedar.

Berikut video lengkap pernyataan Ketum PBNU dan PP Muhammadiyah;

(ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU