Hitung Cepat: Prabowo Unggul di 20 Provinsi, Jokowi di 14 Provinsi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Hasil hitung cepat atau quick count Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang dilakukan lembaga survei Charta Politika hingga Kamis (18/4), pukul 19.30 WIB telah mendekati 100 persen.

Pantauan SERUJI di situs hitung cepat Antara, jumlah suara hitung cepat yang sudah masuk dari seluruh provinsi di Indonesia mencapai 99,50 persen.

Terlihat, pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga unggul di 20 provinsi di Indonesia. Sementara pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin hanya unggul di 14 provinsi yang ada di Indonesia.

Prabowo-Sandi unggul di Jabar, Sumut, Banten, DKI, Sulsel, Sumsel, Riau, Sumbar, NTB, Aceh, Kalsel, Jambi, Sulteng, Kalteng, Sultra, Bengkulu, Maluku, Kepri, Gorontalo, dan Maluku Utara.

Kemenangan terbesar, diraih Prabowo-Sandi di Sumatera Barat dengan perolehan suara 87,63 persen, kemudian diikuti di Aceh dengan 81,31 persen suara.

Sementara pasangan Jokowi-KH Ma’ruf unggul di Jatim, Jateng, Lampung, Kalbar, Papua, NTT, Bali, DI Yogyakarta, Kaltim, Sulut, Babel, Sulbar, Papua Barat, dan Kalimantan Utara.

Kemenangan Jokowi terbesar diraih di provinsi Bali dengan 86,25 persen, kemudian diikuti di NTT dengan 82,18 persen.

Hasil quick count per provinsi Pilpres 2019 dari Charta Politika per 18 April 2019.

Namun, secara keseluruhan total perolehan suara, pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf unggul dengan 54,30 persen suara, dibanding pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi yang memperoleh 45,70 persen suara.

Keunggulan Jokowi-KH Ma’ruf secara nasional ini, walau dari perbandingan jumlah provinsi kalah banyak yang dimenangkan, disebabkan Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih kemenangan telak di provinsi dengan jumlah suara (DPT) yang diperebutkan besar. Seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan DI Yogyakarta.

Hasil quick count Charta Politik di Pilpres 2019 secara nasional.

Sementara Prabowo-Sandi hanya unggul telak justru di provinsi yang memiliki jumlah suara terbilang kecil. Di Jawa Barat yang merupakan provinsi dengan jumlah suara besar, Prabowo-Sandi hanya menang 55,60 persen, dengan selisih tidak terpaut jauh dari Jokowi-KH Ma’ruf di 44,40 persen.

Hal yang sama di DKI Jakarta, Prabowo-Sandi hanya unggul 50,76 persen dibanding Jokowi-KH Ma’ruf yang peroleh 49,24 persen suara.

Berikut hasil quick count Charta Politika terhadap Pilpres 2019 di seluruh Provinsi

NoProvinsiJokowiPrabowo
1Jawa Barat44,40%55,60%
2Jawa Timur65,89%34,11%
3Jawa Tengah75,97%24,03%
4Sumatera Utara46,07%53,93%
5Banten40,90%59,10%
6DKI Jakarta49,24%50,76%
7Sulsel37,94%62,06%
8Lampung57,93%42,07%
9Sumsel38,86%61,14%
10Riau44,42%55,58%
11Kalbar50,09%49,91%
12Sumbar12,37%87,63%
13NTB29,80%70,20%
14Papua78,24%21,76%
15Aceh18,69%81,31%
16NTT82,18%17,82%
17Bali86,25%13,75%
18Kalsel32,64%67,36%
19Di Yogyakarta67,69%32,31%
20Kaltim51,79%48,21%
21Jambi40,32%59,68%
22Sulut73,33%26,67%
23Sulteng45,98%54,02%
24Kalteng49,75%50,25%
25Sultra40,30%59,70%
26Bengkulu47,28%52,72%
27Maluku38,68%61,32%
28Kepri47,49%52,51%
29Babel63,07%36,93%
30Sulbar61,44%38,56%
31Gorontalo48,27%51,73%
32Malut49,19%50,81%
33Papua Barat73,05%26,95%
34Kaltra66,31%33,69%

Catatan penting: Hasil quick count bukan merupakan hasil resmi pemilu. Untuk hasil resmi pemilu, menunggu perhitungan suara secara manual dari KPU.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

NKRI Bersyariah dan Ruang Publik Inkusif

Saya sendiri berpendapat bahwa dasar negara Republik Indonesia Pancasila sudah sangat memadai sebagai kesepakatan bersama menuju tatanan bernegara yang demokratik sekaligus mewadahi religiusitas inklusif dari segenap warga negara Indonesia termasuk didalamnya mayoritas ummat Islam.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.