Buka-Bukaan, TKN Jokowi: Timses Prabowo Yang Minta Bocoran Soal Debat Capres

7
950
Arya Sinulingga
Jubir TKN Jokowi, Arya Sinulingga (kiri).

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan mengirimkan daftar pertanyaan sepekan jelang Debat Capres, makin memanas. Kedua kubu saling tuding siapa yang diuntungkan dengan kebijakan tersebut.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin membantah tudingan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang menyebut kubu Jokowi diuntungkan dengan keputusan KPU tersebut.

Justru, ungkap jubir TKN Arya Sinulingga, timses Prabowo lah yang meminta agar agar daftar pertanyaan dari panelis diberikan sebelum acara Debat capres.

“Awalnya gitu, mereka yang minta diinfokan pertanyaannya,” kata Arya Sinulingga kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/1).

Baca juga: Sebut BPN Prabowo Yang Minta Tak Ada Debat, TKN Jokowi: Justru 02 Takut Debat

Diungkapkan oleh Arya bahwa BPN Prabowo dalam rapat bersama TKN Jokowi dan KPU yang membahas teknis Debat Capres, meminta agar pertanyaan dibuka sebelum debat.

“Tak usah saya buka orangnya (yang minta pertanyaan dibuka), kalau perlu kita buka, kita panggil mereka (peserta rapat) dimana,” ujar Arya.

Ditegaskan Arya, bahwa pihaknya siap buka-bukaan terkait hal tersebut dengan menghadirkan pihak yang terlibat dalam rapat tersebut, dan meminta KPU membuka notulen rapat untuk membuktikan perkataanya.

“Kalau perlu kita panggil mereka di mana. Buat Aria Bima (TKN Jokowi) dan Tim 01, Tim BPN 02, ayo kita buka, minta KPU kasih tunjuk dan notulennya siapa yang nolak, buka aja berani nggak,” tukas Arya.

Selain meminta membuka pertanyaan sebelum Debat Capres, imbuh Arya, BPN Prabowo-Sandiaga juga meminta tidak perlu ada debat dan mengusulkan cukup membaca visi-misi saja.

“Biar teman-teman tahu yang sebenarnya. Visi-misi itu sebenarnya satu arah, sebenarnya adalah mereka minta tidak ada debat, yang ada hanya penyampaian visi-misi itu di dalam rapat loh ini. Kita nggak mau buka sebenarnya,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KPU akan mengirimkan daftar pertanyaan panelis kepada paslon, sepekan sebelum acara Debat Capres dimulai pada 17 Januari 2019.

“Ditargetkan tanggal 10 lah, pertanyaan dikirim, seminggu sebelum pelaksanaan debat,” kata Ketua KPU, Arief Budiman kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (5/1).

Daftar pertanyaan akan dibuat oleh panelis, yang disusun secara singkat. Dengan cara itu, kata Arief, peserta akan memiliki banyak waktu untuk mempelajari pertanyaan. (ARif R)

7 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama