BPN Prabowo Minta Maaf dan Copot Baliho yang Ada Foto Gatot Nurmantyo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyampaikan permintaan maaf soal foto Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang terpasang pada baliho Posko BPN Prabowo-Sandiaga di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Awalnya, Gatot Nurmantyo melalui akun Twitternya, @Nurmantyo_Gatot, menegaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu soal fotonya yang terpasang di BPN Prabowo-Sandiaga.

Bahkan, Gatot mengaku dirinya juga tidak pernah dimintai persetujuan atau pemberitahuan baik secara lisan maupun verbal. Oleh karena itu, ia meminta agar fotonya itu diturunkan dari baliho BPN Prabowo-Sandiaga secepatnya.

Menanggapi itu, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso meminta maaf dan meminta kepada relawan Prabowo-Sandiaga di Solo untuk segera mencopot dan memusnahkan baliho yang mencatut foto Gatot Nurmantyo.

Baca juga: Minta Foto Yang Dicatut BPN Prabowo di Solo Diturunkan, Jenderal Gatot: Secepatnya

“Kepada saudara2ku relawan @prabowo @sandiuno khususnya di Solo, mohon segera mencopot dan memusnahkan baliho/spanduk yang menyertakan foto Jend (purn) Gatot Nurmantyo. Terima kasih. Salam perjuangan,” tulis Priyo Budi Santoso, melalui akun Twitternya, @PriyoBudiS, Ahad (13/1).

Dijelaskan oleh Priyo Budi, dirinya mendapat informasi bahwa baliho itu merupakan sumbangan dari warga yang langsung dipasang.

“Saya dapat info baliho dan spanduk2 tersebut sumbangan warga yang langsung dipasang, mungkin yang bikin itu ngefans pada mas @Nurmantyo_Gatot,” tulis Sekretaris Jenderal Partai Berkarya itu di Twitter.

“Di foto tersebut saya lihat juga ada foto Bung Karno, tapi pak Harto nggak diajak, maaf saya gunakan kata musnahkan, masa sih dighaibkan,” lanjutnya.

Menurutnya, relawan di Solo mengira Gatot Nurmantyo mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga. Apalagi pimpinan BPN yang hadir dalam peresmian posko kurang memperhatikan baliho itu karena larut dalam gempita semangat hadirin.

Untuk itu, kata Priyo Budi, pihak BPN meminta maaf atas kelengahan pada persoalan tersebut.

“Kawan2 di Solo mungkin mengira mas @Nurmantyo_Gatot mendukung @prabowo – dan pimpinan BPN yang hadir kurang memperhatikan baliho/spanduk karena larut dalam gempita semangat hadirin. Kami akui itu kelengahan dan sekali lagi mohon maaf,” tulisnya.

https://twitter.com/PriyoBudiS/status/1084156045046345728

“Walaupun saya tidak ke Solo dan baru tahu tadi berkat kebaikan info @mnsurbakti, sebagai Wakil Ketua BPN @prabowo @sandiuno saya memikul tanggung jawab moral dan politiknya. Warga yang nyumbang dan masang baliho kami nilai tulus, tidak kami salahkan krn keawaman dan keluguannya,” lanjutnya.

Berdasarkan pantauan, baliho yang ada foto Gatot Nurmantyo tersebut sudah dilepas. Baliho tersebut awalnya terpasang berada di paling atas di antara beberapa baliho lainnya. (SU05)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Lima Macam Riba Yang Diharamkam