177 Hari, Pelaku Penyerangan Novel Masih Misteri

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menerima laporan terbaru dari kepolisian terkait kasus penyerangan penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Hingga hari ini, setelah 177 hari dari kejadian penyerangan Novel, pelaku penyerangan masih misterius.

“Kami belum menerima informasi lebih lanjut dar Polisi, perkembangan berikutnya terkait dengan pencarian siapa pelaku penyerangan itu,” ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (6/10) malam.

Dalam kesempatan itu Febri juga menjelaskan bahwa pelaku hingga saat ini masih misterius, dan KPK masih menunggu laporan perkembangan terbaru yang dijanjikan Polisi akan diberitahun informasi terbaru setiap 2 minggu sekali.

“KPK sifatnya hanya menunggu. KPK, Keluarga Novel, Masyarakat, tentu ingin tahu perkembangan polisi untuk mencari siapa pelaku penyerangan pada Selasa (11/4) Subuh tersebut,” kata Febri.

Sebagaimana diketahui, Novel Baswedan penyidik senior KPK telah diserang orang tidak dikenal pada Selasa, 11 April 2017 lalu, selepas sholat Subuh di Masjid dekat rumahnya. Novel adalah penyidik yang menangani kasus KTP elektronik (KTP-el) yang melibatkan berbagai tokoh politik di tanah air. (Arif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER