Rekapitulasi Sementara: Dibanding Pilpres 2014, Dukungan Pada Prabowo Turun di Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya hingga Rabu (1/5) telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara Pilpres 2019 untuk 10 Kecamatan dari 31 Kecamatan yang ada di Kota Surabaya.

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin sementara unggul telak dengan menyapu bersih kesepuluh kecamatan tersebut, dengan memperoleh dukungan sebanyak 222.782 suara (67,60%). Sementara Prabowo-Sandiaga tertinggal cukup jauh dengan 106.784 suara (32,40%).

Dukungan Pada Prabowo Turun di 10 Kecamatan di Surabaya, Jokowi Naik Cukup Tinggi

Perbandingan dukungan pada Prabowo dan Jokowi di Pilpres 2019 VS Pilpres 2014 di 10 Kecamatan yang telah selesaikan rekapitulasi sementara.

Dari kesepuluh kecamatan yang telah selesai rekapitulasi suara Pilpres 2019 tersebut; Kecamatan Pakal, Bulak, Asemrowo, Gayungan, Jambangan, Benowo, Bubutan, Genteng, Gunung Anyar, dan Karangpilang, terlihat kenaikan dukungan suara yang cukup tinggi pada Jokowi di Pilpres 2019 dibanding Pilpres 2014.

Sementara dukungan ke Prabowo cenderung turun dibanding Pilpres 2014. Bahkan jika dilihat dari persentase suara yang dikumpulkan pada Pilpres 2019 ini, dimana masing-masing kecamatan mengalami peningkatan DPT, maka terlihat dukungan ke Prabowo pada Pilpres 2019 jauh menurun dibanding Pilpres 2014.

Perbandingan dukungan pada Prabowo dan Jokowi di Pilpres 2019 VS Pilpres 2014 di 10 Kecamatan yang telah selesaikan rekapitulasi sementara.

Contoh untuk Kecamatan Benowo, jika pada Pilpres 2014 dari jumlah suara sah yang berjumlah 27.899 suara, Prabowo waktu itu mampu raih 10.356 suara (37,12%), sementara Jokowi meraih 17.543 suara (62,88%). Kini, di Pilpres 2019 dengan jumlah suara sah meningkat jadi 35.695 suara sah, Prabowo malah turun dukungannya menjadi 9.464 suara (26,51%), sementara Jokowi naik drastis dengan raih 26.231 suara (73,49%).

Tahun 2014 di 10 Kecamatan Ini Prabowo Raih 39,04%, Tahun 2019 Turun Jadi 32,40%

Hasil sementara rekapitulasi KPU Surabaya yang telah selesaikan 10 Kecamatan, Rabu (1/5/2019).

Secara keseluruhan, dukungan pada Jokowi di Pilpres 2019 naik cukup signifikan di Kota Surabaya dibanding Pilpres 2014, dilihat dari 10 Kecamatan yang telah menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2019 di KPU Kota Surabaya.

Jokowi total raih dukungan sebesar 67,60 persen, naik sebesar 6 persen dibanding Pilpres 2014 yang meraih 60,96 persen.

Hasil Pilpres 2014 di 10 Kecamatan di Surabaya,

Sebaliknya Prabowo di 10 Kecamatan tersebut, turun dukunganannya. Jika pada 2014, walau kalah, masih bisa mengumpulkan dukungan sebesar 39,04 persen, namun di Pilpres 2019 ini turun hanya raih 32,40 persen.

Dari sisi persentase suara, di kesepuluh kecamatan yang telah selesai rekapitulasi perolehan suaranya di KPU Kota Surabaya pada Rabu (1/5), Prabowo turun dukungan dari masyarakat. Sebaliknya Jokowi naik dukungannya di semua kecamatan tersebut.

Dari sisi jumlah suara yang didulang, Prabowo hanya mengalami peningkatan jumlah suara pada Pilpres 2019 dibanding Pilpres 2014 di 3 kecamatan. Di Kecamatan Bulak dari 7.161 suara pada Pilpres 2014 menjadi 7.168 suara di Pilpres 2019, atau hanya naik 7 suara. Sementara Jokowi dari 11.753 suara, naik jadi 16.272 suara (naik 4.519 suara).

Di Kecamatan Asemrowo, Prabowo pada Pilpres 2014 mendapat 8.640 suara, naik menjadi 9.150 suara di Pilpres 2019 (naik 510 suara). Sementara Jokowi pada Pilpres 2014 raih 10.537 suara, naik jadi 13.522 suara (naik 2.985 suara).

Di Kecamatan Bubutan, Prabowo juga mengalami kenaikan dukungan, dimana pada Pilpres 2014 mendapat 17.459 suara, naik jadi 17.852 suara di Pilpres 2019 (naik 393 suara). Sementara Jokowi naik drastis dari 30.252 suara pada Pilpres 2014, menajadi 34.996 suara di Pilpres 2019 (naik 4.744 suara).

Di 7 Kecamatan lainnya, pada Pilpres 2019 ini dukungan warga kepada Prabowo turun walau jumlah DPT naik, tapi jumlah suara yang diraih Prabowo malah turun. Sebaliknya, dukungan pada Jokowi naik drastis.

Berikut Tabel Perbandingan Hasil Pilpres 2019 VS Pilpres 2014 untuk 10 Kecamatan di Surabaya Yang Telah Selesai Rekapitulasi KPU Surabaya pada Rabu (1/5/2019);

NoKecamatanJOKOWI ('19)PRABOWO ('19)TOTAL ('19)JOKOWI ('14)PRABOWO ('14)TOTAL ('14)KENAIKAN SUARA SAH% kENAIKAN
1Pakal22.1419.14431.28514.17110.70024.8716.41420,50%
2Bulak16.2727.16823.44011.7537.16118.9144.52619,31%
3Asemrowo13.5229.15022.67210.5378.64019.1773.49515,42%
4Gayungan15.9598.03223.99112.4298.79221.2212.77011,55%
5Jambangan18.5159.65528.17014.19710.23424.4313.73913,27%
6Benowo26.2319.46435.69517.54310.35627.8997.79621,84%
7Bubutan34.99617.85252.84830.35217.45947.8115.0379,53%
8Genteng23.8228.32632.14820.4238.65029.0733.0759,57%
9Gunung Anyar23.4069.83733.24315.67511.26426.9396.30418,96%
10Karangpilang27.91818.15646.07421.55314.72536.2789.79621,26%
TOTAL222.782106.784329.566168.633107.981276.61452.95216,07%

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Goenawan Mohamad, Nyaplok JP dan Ngobok-obok PAN

Setelah berhasil mengobok-obok dan mencaplok Jawa Pos, Goenawan Mohamad (GM) sekarang mengalihkan operasinya dengan mengobok-obok PAN (Partai Amanat Nasional).

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.