Akibat Kelelahan, 23 Petugas Gabungan Pemilu di Ngawi Jatuh Sakit

NGAWI, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 23 petugas penyelenggara dan pengamanan Pemilu 2019 di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sakit dan bahkan seorang di antaranya meninggal dunia diduga akibat kelelahan.

Ketua KPU Kabupaten Ngawi Syamsul Wathoni, Jumat (26/4), mengatakan sampai saat ini terdata ada 23 petugas penyelenggara Pemilu 2019 dan linmas di Kabupaten Ngawi yang mengalami sakit. Dari jumlah tersebut ada satu anggota Linmas yang meninggal dunia.

Petugas Linmas yang meninggal bernama Somo Dikin (70) yang bertugas di Sekretariat PPS Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Ngawi.

“Yang bersangkutan meninggal pada tanggal 17 April lalu. Selain itu, ada dua petugas KPPS yang mengalami keguguran saat menjalankan tugas,” ujar Syamsul Wathoni di Ngawi.

Menurut dia, petugas penyelenggara Pemilu yang sakit tersebut karena kelelahan saat bertugas dan terlalu letih setelah seharian bekerja saat pemungutan suara. Sebagian petugas merasa kelelahan karena kurang tidur, kemudian sakit.

Karena kondisinya yang makin parah, kata dia, mereka baru dibawa ke rumah sakit atau puskesmas oleh keluarganya.

Hingga saat ini, lanjut dia, masih ada lima orang yang dilaporkan masih dirawat di rumah sakit.

Atas musibah yang menimpa para penyelengara Pemilu 2019 itu, pihaknya telah mendata dan melaporkan hal tersebut ke KPU RI dan pemerintah daerah.

Syamsul Wathoni mengatakan bahwa KPU beserta jajarannya sampai di tingkat PPK saat ini masih menggalang donasi yang nantinya diberikan kepada para petugas yang mengalami musibah itu.

Ia mengakui bahwa beban penyelenggara Pemilu 2019 lebih berat daripada Pemilu 2014. Pada Pemilu sebelumnya, dilaksanakan terpisah, yakni pada tanggal 9 April dan 9 Juli 2014.

Pemilu kali ini digelar serentak, petugas penyelenggara Pemilu harus bekerja lebih keras. Selain itu, kata Syamsul Wathoni, padatnya jadwal membuat kondisi fisik dan mental terkuras hingga banyak petugas yang drop dan sakit.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hatiā€“hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Bantah Keterangan Polisi, BPK Tegaskan Belum Pernah Audit Dana Kemah Pemuda Islam

Ternyata BPK menyatakan belum ada permintaan audit terkait kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017. Bahkan, BPK pun belum pernah melakukan ekspose terkait dugaan penyimpangan dana atas kegiatan tersebut yang menjerat Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

dr. Antina Nevi Hidayati, SpKJ