JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian bencana di Indonesia pada awal tahun 2026 didominasi oleh bencana banjir. Berbagai wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera mengalami banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem pada periode 13 hingga 15 Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, banjir terjadi pada Senin, 12 Januari 2026 pukul 15.37 WIB akibat hujan deras yang disertai kurang berfungsinya sistem drainase. Banjir melanda 3 kecamatan dan 7 desa, dengan total 1.890 unit rumah terdampak.
Lokasi banjir meliputi Kecamatan Tarumajaya, Cabangbungin, dan Babelan. BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat melakukan penanganan di lokasi terdampak dengan mendirikan posko darurat dan mendistribusikan bantuan logistik.
Sementara itu, banjir juga melanda Kabupaten Bogor pada hari yang sama pukի 08.30 WIB. Hujan deras menyebabkan meluapnya aliran sungai serta penyempitan alur air, mengakibatkan sebanyak 40 unit rumah terendam di Desa Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong.
BPBD Kabupaten Bogor bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta aparat setempat melakukan kaji cepat dan koordinasi penanganan untuk membantu warga terdampak.
Di wilayah Tangerang, Banten, banjir melanda kawasan Taman Cikande. Pemerintah Kabupaten Tangerang merespons cepat dengan mendirikan dapur umum dan mensiagakan tenaga kesehatan untuk membantu warga yang terdampak.
Kondisi cuaca ekstrem ini juga berdampak pada wilayah Sumatera. Beberapa daerah di Sumatera Barat dan Aceh masih mengalami dampak banjir yang terjadi sejak akhir Desember 2025.
Pemerintah pusat melalui BUMN telah membangun rumah sementara di Aceh Timur sebagai hunian transisi untuk korban bencana. TNI juga telah merampungkan pembangunan dua jembatan darurat di Aceh untuk memulihkan akses wilayah pascabanjir.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih mengancam hingga pertengahan Januari 2026. Beberapa langkah antisipasi yang harus dilakukan meliputi:
- Pemantauan cuaca berkala melalui informasi resmi dari BMKG
- Pemeriksaan sistem drainase di lingkungan tempat tinggal
- Pemangkasan pohon rimbun yang berpotensi tumbang
- Persiapan jalur evakuasi menuju tempat yang lebih tinggi
- Penyiapan tas siaga bencana berisi dokumen penting dan kebutuhan darurat
Apabila terjadi hujan lebat yang berlangsung lebih dari satu jam dengan intensitas tinggi, masyarakat diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri atau mengikuti arahan petugas berwenang.
Khusus untuk wilayah yang berada di dekat daerah aliran sungai dan area lereng perbukitan, BNPB meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi banjir bandang dan tanah longsor.
Pemerintah daerah juga diminta untuk memastikan kesiapan tim tanggap darurat, ketersediaan logistik bantuan, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk meminimalkan dampak bencana.
