dr. Risdawati, Sp THT-KL,

dr. Risdawati Sp THT KL, dokter spesialis THT-KL, yang mudah bergaul ini terlahir di Bukittinggi pada tahun1976. Masuk fakultas kedokteran atas paksaan dan tangisan ibunya yang mengiginginkan anaknya jadi dokter agar bisa lebih banyak menolong sesama. Awalnya terpaksa namun akhirnya bisa menikmati bahkan melanjutkan ke jenjang spesialis.

“Setelah dinikmati, profesi ini memang banyak ladang beramalnya,” ucap dokter pecinta sambal ijo ini.

Alumni SMAN 3 Bukittinggi ini waktu kecil bercita-cita jadi astronot sebab terilhami astronot wanita dari Indonesia ibu Pratiwi Sudarmono. Tetapi nyalinya menjadi ciut setelah pada tahun 1986 terjadi peristiwa meledaknya pesawat ulang alik Challengger yang hendak menunaikan misi STS-51-L sesaat (73 detik) setelah dilucurkan. Maka beralihlah cita-citanya ingin menjadi ahli matematika.

Dokter yang hobi travelling ini sangat menikmati setiap fase hidup yang dijalaninya, “unik semua, semua ada tantangannya, dan saya menikmatinya,” ungkap dokter yang juga penikmat segala macam buah-buahan ini.

Dokter yang memiliki motto hidup “let it flow, but finally is the best, insya Allah” ini menjalani pendidikan dokter umumnya di Fakultas Kedokteran Universita Andalas, Padang, Sumatera Barat, tahun angkatan 1194. Sedangkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ditempuhnya di FK UI tahun masuk 2008. Sekarang sehari-hari mengaplikasikan ilmu pengetahuannya tentang dunia kedokteran di RSUD Teluk Kuantan, Kuantan Singingi, Riau dan RS Awalbros Panam, Pekanbaru.

dr. Risdawati semasa masih sebagai dokter umum aktif dikegiatan sosial seperti KPAI dan PMI. Bergabung di PMI tidak setengah-setengah, akan tetapi benar-benar ikut aktif terjun sebagai relawan. Misalnya saat tsunami aceh Desember 2004, gempa Bantul Jogjakarta tahun 2006 dan gempa Solok Sumbar tahun 2007.

“Rasanya ketika itu sangat bersyukur sekali bisa ikut turun ke lokasi sebagai tenaga medis, mumpung masih muda, masih energik untuk bisa bergerak cepat sebagai relawan. Di lokasi bencana kami berfungsi tidak hanya sebagai dokter, tapi terkadang juga perawat, brankar man, petugas evakuasi korban, dapur umum dan lain sebagainya, intinya semua dikerjakan bersama-sama team dengan senang hati,” tutur dokter yang senang mengisi waktu luang dengan memasak, jalan-jalan, menulis puisi dan membereskan koleksi prangko ( filateli) ini kepada SERUJI.

Saat ini aktifitas beliau selain rutinitas praktek adalah aktif di Komda PGPKT ( Komisi Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran & Ketulian ) Riau. Komda PGPKT ini beranggotakan dokter-dokter spesialis THT-KL yang tergabung dalam ” Perhati – KL” cabang Riau. Mereka mengadakan kegiatan rutin seperti bersih bersih telinga ( BBT ) dengan turun ke sekolah-sekolah, melakukan screening pendengaran sederhana ataupun penyuluhan.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dikoordinir dari pusat/Komnas PGPKT dengan tujuan tercapainya ” Sound Hearing 2030 “, yaitu sebuah kondisi dimana setiap penduduk Indonesia memiliki derajat kesehatan telinga dan pendengaran yang optimal, diharapkan kondisi seperti ini bisa tercapai di tahun 2030.

Komnas PGPKT ini merupakan mitra Kementerian kesehatan RI, profesi dokter THT-KL ( Perhati-KL), Institusi Pendidikan , Rumah Sakit dan lainnya untuk upaya promosi, pencegahan , pengobatan dan rehabilitasi terhadap 5 penyakit yang berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran dan ketulian yaitu: Congek/ OMSK (otitis media supuratif kronik), tuli kongenial, tuli akibat bising, presbikusis ( tuli pada orang tua ) dan serumen ( kotoran telinga).

RIWAYAT PENDIDIKAN
SDN 2 Keroncong – Tangerang ( Banten)
SMPN 2 Bukittinggi ( Sumatera Barat)
SMAN 3 Bukittinggi ( Sumatera Barat)
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat
Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) program studi THT-KL FKUI/RSCM

TEMPAT PRAKTEK
RSUD Teluk Kuantan,Kuantan Singingi,Riau
RS Awalbros Panam, Pekanbaru

dr. Risdawati, Sp THT-KL, adalah anggota Koperasi (pers) Swamedia Mitra Bangsa dari Pengda GMKM Riau-Sumbar.

 

(dr. Endang/Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

Prabowo Subianto, “What Is To Be Done”: Catatan atas Pidato Prabowo

Pidato Prabowo Subianto menggelegar di bumi nusantara kemarin malam. Jutaan atau puluhan juta menyaksikan pidato visi-misi tersebut. Dari sisi pidato, Prabowo luar biasa, mampu sebagai "singa podium", yang menjelaskan pikiran-pikirannya seolah berinteraksi dengan suasana audiens dan seolah tanpa teks.

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER