close

Disabilitas Mental dan Pemilu

Oleh: dr. Elfizon Amir

Disabilitas mental, sebuah istilah yang terasa baru di telinga masyarakat indonesia. Selama ini kita kenal dengan disabilitas fisik. Berbagai bentuk kecacatan kita temui, baik yang dibawa sejak lahir ataupun diperoleh setelah lahir.

John C Maxwell mendefenisikan disabilitas sebagai seseorang yang memiliki kelainan fisik dan atau mental yang sifatnya mengganggu atau merupakan suatu hambatan baginya untuk melakukan kegiatan sehari hari secara layak atau normal. Sedangkan menurut Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (CRPD) , disabilitas adalah ketidak seimbangan interaksi antara kondisi biologis dan lingkungan sosial.

Tidak semuanya manusia diciptakan dengan kondisi fisik ataupun mental yang sempurna. Ditengah kehidupan sosial kita temukan adanya disabilitas penglihatan yang dikenal dengan nama tuna netra, tuna rungu tidak bisa bicara, ada cacat kaki atau tubuh lain. Kekurangan tersebut menyebabkan seseorang memiliki keterbatasan dalam menjalani kehidupan baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada umumnya mereka yang cacat fisik, mempunyai kecerdasan rata sehingga dalam keseharian dapat ditemukan ada mereka yang mencapai tingkat pendidikan doktor atau S3. Tapi belum pernah didengar adanya yang cacat mental sampai menyelesaikan strata 1.


Penyandang disabilitas mental adalah ODMK (Orang Dengan Masalah Kejiwaan) dalam jangka waktu lama mengalami hambatan dalam interaksi dan partisipasi di masyarakat berdasarkan kesetaraan dengan yang lainnya. Mereka punya masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan, dan/atau kualitas hidup. Mereka mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.

Ketika Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asy’ari menyampaikan bahwa KPU mendata pemilih penyandang disabilitas mental atau sakit jiwa, muncul pertanyaan penderita penyakit jiwa mana yang diberikan hak untuk memilih?

Jangankan untuk memilih, untuk pendataan saja KPU sudah mengalami kesulitan sehingga KPU melakukan pendataan pemilih penyandang disabilitas mental tidak dilakukan langsung terhadap yang bersangkutan. Pendataan dilakukan dengan bertanya kepada keluarga atau dokter atau tenaga medis yang merawatnya.

Masalahnya semakin ribet ketika Hasyim menyatakan bahwa penggunaan hak pilih pada hari pemungutan suara sesuai dengan rekomendasi dokter yang merawat. Jika di hari H yang bersangkutan waras, maka dapat memilih, demikian pula sebaliknya. Maka muncul lagi pertanyaan kapankah surat rekomendasi dokter keluar untuk penyandang disabilitas mental? Sehari, dua hari atau sesaat sebelum hari pencoblosan.

Kenapa harus memaksakan pemilih disabilitas mental? Padahal penderita disabilitas mental dasarnya tidak dapat melakukan tindakan hukum, sehingga tindakannya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban. Dalam hukum, perlakuan terhadap penyandang disabilitas mental dianggap sama dengan perlakuan terhadap anak di bawah umur dan dianggap belum dewasa atau tidak cakap melakukan tindakan hukum. Karena itu, mereka berada dalam pengampuan wali atau keluarga yang dewasa atau cakap secara hukum. (Hrn)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Kembali Dalami Kasus Bank Century, KPK Minta Keterangan Muliaman D Hadad

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta keterangan terhadap mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dan mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad dalam penyelidikan kasus Bank Century.

Pedagang Korban Kelompok Perusuh Saat Aksi Damai 22 Mei Bertemu Presiden Jokowi

Pedagang di Jalan KH Wahid Hasyim yang menjadi korban kerusuhan oleh sekelompok massa perusuh saat aksi damai pada 22 Mei 2019, Usma (64), bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Senin (27/5).

Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis, Seiring Tumbuhnya Kembali Kepercayaan Investor

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ini bergerak menguat seiring berkurangnya kekhawatiran investor pascademo yang sempat ricuh pada pertengahan pekan lalu.

Bawaslu Gelar Sidang Pendahuluan Dugaan Pelanggaran Pemilu 2019

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menggelar sidang pendahuluan kasus dugaan pelanggaran pemilu 2019 di Jakarta, Senin (27/5) pagi.

Pasca Kericuhan 22 Mei, Polda Bali Laksanakan Razia Stasioner

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali melaksanakan...

Tiga Buruh Bangunan Jatuh ke Sungai, Satu Ditemukan Tewas

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID - Tiga buruh bangunan yang sedang memasang...

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Viral: Video Prajurit TNI AD Cegah Polisi Keroyok Peserta Aksi 22 Mei

Diduga video tersebut terkait dengan peristiwa unjuk rasa 22 Mei yang berlangsung di Jakarta, namun tidak diketahui dimana lokasi video tersebut diambil.

Yuk, Kenali Jenis Busana Tunik