Pertemuan Wapres dengan CEO World Bank Bahas Rehabilitasi Bencana

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan kehormatan Direktur Utama Bank Dunia Kristalina Georgieva di Bali, Rabu (10/10), membahas sejumlah program yang telah dijalankan di Indonesia.

“Jadi kita tadi sudah berbicara dengan Kristalina, CEO dari World Bank, membicarakan tentang program-program yang telah kita jalankan mengenai infrastruktur, turis, stunting, kesehatan. Dan khususnya berbicara tentang bagaimana kita bersama-sama merehabilitasi Lombok dan Palu,” kata Wapres Jusuf Kalla usai menerima Kristalina di sela-sela acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali, Rabu (10/10).

Pembahasan mengenai upaya rehabilitasi dan rekonstruksi daerah terdampak bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Palu, Sulawesi Tengah, menjadi agenda penting Pemerintah dan Bank Dunia.

Wapres mengatakan kedua belah pihak segera bekerja untuk menyusun program rehabilitasi dan merealisasikannya sehingga kehidupan masyarakat terdampak bencana dapat kembali pulih.

Sementara itu, Kristalina menyampaikan ungkapan bela sungkawa atas bencana yang terjadi dalam kurun waktu satu bulan tersebut. Dia mengapresiasi upaya Pemerintah Indonesia dalam menangani pemulihan pascabencana.

“Kami tahu bahwa Indonesia berada dalam zona yang sering terkena bencana dan kami bersemangat untuk bekerja bersama sehingga Indonesia memiliki kekuatan dan ketahanan dalam menghadapi bencana ini,” kata Kristalina.

Kehadiran Bank Dunia di Bali saat ini bukan hanya untuk menghadiri acara tahunan IMF-Bank Dunia, melainkan juga sebagai rekan pemerintah dan masyarakat Indonesia yang sedang dilanda duka.

“Kami di sini juga hadir sebagai mitra Indonesia di kala kesusahan seperti yang dihadapi saat ini. Kami menemukan negara lain yang pernah menghadapi bencana yang lebih sering dan lebih menghancurkan daripada ini. Kami sangat ingin untuk bekerja dan belajar bersama Indonesia,” ujarnya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.