Pengabdian Tragis Dahlan Iskan!

SERUJI.CO.ID – Dua kali hari Kartini saya mendapatkan kado sedih. Pertama saat Ibu saya tercinta meninggal dunia dalam usia 52 tahun, 21 April 1994.

Hari ini, kabar sedih kembali menimpa. Mantan bos saya saat di Jawa Pos Group, Dahlan Iskan divonis hukuman 2 tahun penjara dengan tetap menjadi tahanan kota.

Tragis! Pak Dahlan yang berjibaku menyelamatkan PT PWU, BUMD milik Pemprov Jatim, dianggap korupsi. Saat mulai mengelola perusahaan daerah itu, ia hanya diberi modal aset (inbreng) senilai Rp 63 Miliar. Tanpa uang cash dan modal kerja.

Ia pun bersedia mendapat penugasan itu tanpa mau menerima fasilitas dan gaji. Malah ia keluar dana sendiri jika harus mengurus berbagai hal ke luar kota atau ke luar negeri. Juga menempatkan uang pribadinya agar PWU dapat kredit bank untuk membangun pabrik karet penghasil conveyor belt pertama di Indonesia.

Perusahaan milik pemerintah daerah yang dibenahi Pak Dahlan itu pun kini asetnya terus bertambah. Kalau di awal hanya punya kekayaan Rp 63 miliar, kini setelah 15 tahun mencatatkan kekayaan hampir setengah triliun rupiah tanpa revaluasi.

Sungguh, saya ikut merasakan betapa luruh hatinya dengan vonis ini. Betapa sakitnya karena telah menyiramkan air susu untuk negara, tapi dibalas dengan siraman air tuba. Kesediaannya mengabdi, ternyata justru mendapatkan balasan dengan bui.

Pak Dahlan adalah hanya sedikit orang yang berjasa untuk negeri ini. Ia telah mampu menciptakan ribuan lapangan kerja dan mencerdaskan bangsa dengan jaringan penerbitan korannya di seluruh nusantara.

Ia bukan hanya seorang pengusaha yang hanya memikirkan penumpukan harta. Ia adalah wartawan pengusaha yang tetap berkiprah dalam berbagai sequen pembangunan negeri ini.

Saat reformasi, dia dedikasikan seluruh jaringan korannya di daerah untuk mengawal desentralisasi dan otonomi. Melalui jaringan medianya, ia ikut aktif membangun Indonesia dari daerah. Medianya menjadi pendorong, penyemangat dan menggerakkan perubahan.

4 KOMENTAR

  1. Om shanti…

    Kita semua prihatin, namun beliau tetap harus sabar, tawakal dan banyak-banyak istighfar.

    Dari sudut pandang spiritualitas, khususnya – hukum karma (hukum perbuatan), tidak ada buah yang tidak berasal dari benih/bibit. Percaya atau tidak.

    Mungkin tidak disadari, tetapi bisnis media adalah rawan sekali dg terjerumusnya kita dalam dosa-dosa tanpa merasa berbuat dosa. (contoh: menyebarkan berita-berita yg menyangkut aib orang lain, sehingga bukan hanya yang bersangkutan tetapi kerabat, keluarganya dan institusinya juga menanggung malu).

    Mungkin saja selama bisnis media, ada satu dua mereka yang pernah secara tidak sengaja disakiti melalui blow up pemberitaan media milik beliau.

    Beliau mungkin bukan yang melakukannya, tetapi beliau pimpinan/pemilik media. Sangat mungkin, pernah kejadian, ada seseorang yang tidak bersalah, lalu akibat blow up pemberitaan media yang beliau pimpin, seseorang tsb terpaksa harus menjalani hukuman atas kesalahan yg tidak dilakukannya. Kita tidak pernah tahu itu.

    Semoga beliau bersabar, kuat, tetap semangat dan mampu mengambil hikmah. Semoga kita semua menjadi jauh lebih hati-hati, baik dalam memilih bisnis, menjalankan profesi, maupun dalam berkehidupan bersama orang lain. Saatnya berhati-hati dalam level pikiran, kata-kata dan perbuatan.

    Om shanti…

    • Bercermin dari komentar anda, adalah wajar ketika Ahok, pasca kalah di pilkada DKI, diusulkan jadi kandidat calon gubernur pilkada 2018 di Bali, karna banyaknya Orang Hindu Bali yang jadi pendukungnya (ahoker) saat Pilkada DKI. Apakah ini pertanda akan terjadi karma juga, setidaknya walaupun bukan dia jadi Gubernur Bali di 2018 nanti, tapi sikapnya akan seperti orang yang di dukungnya di DKI

  2. Sungguh aneh tapi nyata dengan negeri ku…
    Aneh sekali malahan, disaat orang yang entah apa jasanya mati2an dibela oleh negara beserta perangkatnya, sedangkan orang yang sudah jelas jasanya malah di hantam habis2an oleh negara dan perangkatnya.
    Padahal beliau juga sudah berperan besar buat memenangkan si penguasa sekarang, dengan memberikan dukungan dirinya beserta para relawannya untuk si penguasa sekarang,
    Aneh…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy