Begini Tanggapan “Santuy” Anies Baswedan Soal Karikatur “Terendam di Lem Aibon” Tempo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Majalah berita mingguan, Tempo, menurunkan liputan tentang temuan anggaran janggal dalam rancangan RAPBD DKI Jakarta yang sempat membuat heboh tanah air dan jadi perbincangan di media sosial.

Di cover depan, Tempo menulis dengan judul besar “Aib Anggaran Anies”.

“Rancangan bujet DKI Jakarta bertabur proyek janggal. Gubernur Anies Baswedan ditengarai bakal bagi-bagi dana hibah buat pendunkungnya,” bunyi penggalan kalimat di cover depan majalah edisi 11-17 November 2019 ini.

Yang menarik, sebagaimana kebiasaan Tempo selama ini, menampilkan gambar yang sarat makna berupa karikatur Anies Baswedan yang sedang terendam di dalam lem Aibon dan berusaha menggapai keluar.

Sebagaimana diketahui salah satu anggaran janggal dalam KUA-PPAS DKI 2020 yang ditemukan dan dipublikasikan oleh anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana adalah rencana pengadaan lem Aibon senilai Rp82 miliar di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat.

Menanggapi cover majalah Tempo yang sarat kritik tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab dengan “santuy” (istilah di media sosial yang artinya santai, red).

“Karikaturnya boleh juga. Kalau tidak begitu bukan Tempo namanya,” tulis Anies lewat akun twitternya yang terverifikasi @AniesBaswedan, yang dipantau SERUJI, Ahad (10/11) siang.

Tak tersinggung, Anies malah menyampaikan terimakasih kepada Tempo yang telah menjalankan tugasnya sebagai pilar keempat demokrasi.

“Semoga perbaikan sistem yang sedang berjalan bisa segera kami tuntaskan. Terus awasi kami yang sedang bertugas di pemerintahan,” tukas Anies.

Ciutan mantan Menteri Pendidikan ini mendapat respon positif dari warganet.

“Subhanallaaahh….luar biasa.. Sy ampe merinding…gubernur rasa presiden memang nyata… Sehatt trs bpk… semoga Allahh mmberi kmudahan disetiap langkahh bpk ..!!!” kata akun @Nidha29577690.

“Terima kasih pak sudah bersikap dewasa,” tulis akun @hasanhasmalik menanggapi.

Pantauan SERUJI hingga pukul 12.54 WIB ciutan tersebut telah di retweet sebanyak 5.894 kali dan disukai sebanyak 15.509 akun.

Berikut ciutan lengkap Anies Baswedan;

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER