Indonesia Dapat Tawaran Beasiswa Nonreligi dari Arab Saudi

JAKARTA – Kementerian  Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendapatkan tawaran beasiswa dari Pemerintah Arab Saudi. Beasiswa tersebut digunakan untuk pendidikan tingi nonreligi. Khususnya bisa sains dan enginnering. Tawaran dari Arab Saudi ini digunakan bagi 200-250 calon mahasiswa Indonesia.

“Kami  akan meminta tambahan jika memang kuota yang diberikan itu kurang,” kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Jakarta, Rabu (1/3). Menurutnya saat ini baru 25 kuota yang dimanfaatkan. Diharapkan,  peluang beasiswa dari Arab Saudi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik.

Terkait kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia, kata Nasir, akan ditandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama riset dan pendidikan tinggi Indonesia dan Arab. Khususnya pada bidang mineral dan material itu direncanakan akan berjang waktu tiga tahun sejak 2017.

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan duta besarnya di Jakarta untuk bisa mewujudkan kerja sama ini. Arab Saudi punya riset luar biasa di bidang mineral dan material,” kata menristekdikti.

Selama ini, menurut Nasir, masih ada anggapan masyarakat di Indonesia yang melihat pendidikan tinggi Arab Saudi tertinggal. Akibatnya, sejumlah kalangan masih enggan memanfaatkan fasilitas beasiswa tersebut. Namun setelah mereka datang dan melihat ke Arab Saudi ternyata fasilitas dan riset mereka berkembang dengan baik.

Menurut Nasir, perguruan tinggi Arab Saudi dalam 10 tahun lalu memang masih di bawah Indonesia. Namun pada 2016, posisi mereka ada di peringkat 225. Bahkan saat ini berada di posisi 181 dari 500 perguruan tinggi terbaik di dunia.

“Kerja keras mereka luar biasa. Makanya kita ingin bekerja sama di bidang pendidikan tinggi maupun riset, khususnya di bidang mineral dan material ini,” lanjutnya.

EDITOR: Rizky

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.