Kematian Saksi Kunci e-KTP: “Nama Besar” Pantas Dicurigai

oleh: Asyari Usman

Kematian salah seorang saksi penting skandal e-KTP, yaitu Johannes Marliem, di Los Angeles, Amerika Serikat, beberapa hari lalu, tidak bisa dibiarkan berlalu tanpa penyelidikan cermat. KPK dan pihak yang berwenang lainnya di Indonesia, terutama Polri, wajib mencari fakta tentang penyebab kematian Marliem. Kesimpulan penegak hukum di Los Angeles bahwa dia tewas bunuh diri, tidak bisa diterima begitu saja.

Sangat besar kemungkinan dia dibunuh dengan tujuan untuk melemahkan bukti keterlibat seorang “nama besar” dalam skandal korupsi e-KTP.

Sebab, Marliem memiliki banyak bukti penting yang sangat, sangat mungkin akan mepertegas keterlibatan “nama besar” tsb. Dan, ingat, “nama besar” ini, selalu bisa lolos dari kejaran hukum karena kelicikannya. Bahkan, dia pernah mengeluarkan ancaman mau membunuh seorang karena orang itu akan membeberkan keterlibatan si “nama besar” dalam skandal e-KTP.

Johannes Marliem memiliki rekaman sepanjang empat jam. Rekaman lengkap yang berisi pembicaraan mengenai proyek e-KTP. Termasuklah di situ rekaman pembicaraan si “nama besar”. Marliem merekam pembicaraan karena dia sendiri ikut membantu proyek e-KTP dari segi teknologi biometrik yang digunakan untuk menyimpan data kependudukan di lembar e-KTP itu.

12 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER