Kematian Saksi Kunci e-KTP: “Nama Besar” Pantas Dicurigai

oleh: Asyari Usman

Kematian salah seorang saksi penting skandal e-KTP, yaitu Johannes Marliem, di Los Angeles, Amerika Serikat, beberapa hari lalu, tidak bisa dibiarkan berlalu tanpa penyelidikan cermat. KPK dan pihak yang berwenang lainnya di Indonesia, terutama Polri, wajib mencari fakta tentang penyebab kematian Marliem. Kesimpulan penegak hukum di Los Angeles bahwa dia tewas bunuh diri, tidak bisa diterima begitu saja.

Sangat besar kemungkinan dia dibunuh dengan tujuan untuk melemahkan bukti keterlibat seorang “nama besar” dalam skandal korupsi e-KTP.

Sebab, Marliem memiliki banyak bukti penting yang sangat, sangat mungkin akan mepertegas keterlibatan “nama besar” tsb. Dan, ingat, “nama besar” ini, selalu bisa lolos dari kejaran hukum karena kelicikannya. Bahkan, dia pernah mengeluarkan ancaman mau membunuh seorang karena orang itu akan membeberkan keterlibatan si “nama besar” dalam skandal e-KTP.

Johannes Marliem memiliki rekaman sepanjang empat jam. Rekaman lengkap yang berisi pembicaraan mengenai proyek e-KTP. Termasuklah di situ rekaman pembicaraan si “nama besar”. Marliem merekam pembicaraan karena dia sendiri ikut membantu proyek e-KTP dari segi teknologi biometrik yang digunakan untuk menyimpan data kependudukan di lembar e-KTP itu.

12 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reuni 212, Aksi Yang Berat Terasa Ringan

Aksi reuni 212 tahun 2018 ini bukan hanya dihadiri oleh kaum muslimin, tapi juga oleh pemuka lintas agama. Sebuah spirit yang sangat besar pengaruhnya untuk perubahan bangsa ke depan. Ini sebuah bukti lagi, bahwa umat islam bukan pecundang. Umat Islam bukan teroris pemecah belah bangsa, umat islam bukan anti kebhinnekaan .....

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER