Kematian Saksi Kunci e-KTP: “Nama Besar” Pantas Dicurigai


oleh: Asyari Usman

Kematian salah seorang saksi penting skandal e-KTP, yaitu Johannes Marliem, di Los Angeles, Amerika Serikat, beberapa hari lalu, tidak bisa dibiarkan berlalu tanpa penyelidikan cermat. KPK dan pihak yang berwenang lainnya di Indonesia, terutama Polri, wajib mencari fakta tentang penyebab kematian Marliem. Kesimpulan penegak hukum di Los Angeles bahwa dia tewas bunuh diri, tidak bisa diterima begitu saja.

Sangat besar kemungkinan dia dibunuh dengan tujuan untuk melemahkan bukti keterlibat seorang “nama besar” dalam skandal korupsi e-KTP.

Sebab, Marliem memiliki banyak bukti penting yang sangat, sangat mungkin akan mepertegas keterlibatan “nama besar” tsb. Dan, ingat, “nama besar” ini, selalu bisa lolos dari kejaran hukum karena kelicikannya. Bahkan, dia pernah mengeluarkan ancaman mau membunuh seorang karena orang itu akan membeberkan keterlibatan si “nama besar” dalam skandal e-KTP.

Johannes Marliem memiliki rekaman sepanjang empat jam. Rekaman lengkap yang berisi pembicaraan mengenai proyek e-KTP. Termasuklah di situ rekaman pembicaraan si “nama besar”. Marliem merekam pembicaraan karena dia sendiri ikut membantu proyek e-KTP dari segi teknologi biometrik yang digunakan untuk menyimpan data kependudukan di lembar e-KTP itu.

12 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close