Kematian Saksi Kunci e-KTP: “Nama Besar” Pantas Dicurigai

Febri Diansyah, Juru Bicara KPK.

Sulit menolak dugaan para penganut teori konspirasi yang meyakani bahwa kematian Marliem sudah direkayasa oleh oknum pejabat tinggi yang tersangkut skandal e-KTP. Kemungkinan itu sangat besar. Sebab, “nama besar” ini memiliki sumberdaya (resource) yang boleh dikatakan tak terbatas.

Dia punya banyak uang. Bagi dia, tidak masalah kalau harus mengeluarkan jutaan dollar untuk menghabisi Marliem agar rekaman itu bisa dilenyapkan.

Organisasi besar saja bisa dibiayainya, sampai-sampai semua petinggi organisasi itu siap membela dia mati-matian agar si “nama besar” bisa lolos dari jerat hukum. Orang dengan “nama besar” ini sudah terbiasa mencari jalan selamat dengan menghalalkan segala cara.

Karena itu, tidak berlebihan untuk mencurigai keterlibatan si “nama besar” dalam kematian Marliem. Tidaklah salah kalau orang mengatakan bahwa ahli teknologi biometrik itu lebih masuk akal dibunuh ketimbang bunuh diri.

Kalaupun dia disimpulkan bunuh diri, maka tidak salah untuk disebut sebagai bunuh diri karena tak sanggup menghadapi tekanan berat dari si “nama besar”.

*) Penulis adalah Wartawan Senior

12 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terima Kasih Ahok!

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close