Filmpun berakhir di sana. Tapi sejarah terus berlanjut. Seratus tahun lebih sejak kematian Karl Marx, kita tahu betapa banyak kesalahan dan kelemahan Marxisme.

Komunisme atau Sosialisme yang ia cita-citakan tidak tumbuh di jantung pusat kapitalisme, tapi justru di wilayah yang kapitalisme belum matang. Ini berbeda dengan prediksi Karl Marx yang menganggap ketegangan internal kapitalisme yang sudah matang akan berubah menjadi komunisme.

Ketika Jerman dan Korea terbelah, satu menerapkan kapitalisme (Jerman Barat, Korea Selatan), satu menerapkan Komunisme (Jerman Timur, Korea Utara), betapa justu Jerman Barat dan Korea Selatan yang maju pesat.

Betapa pula ternyata kebebasan individu dan private property itu justru menjadi mesin penggerak peradaban. Ketika komunisme mengekang itu, komunisme pun mandek dan berdarah.

Walau secara ideologi, Marxisme, apalagi Komunisme sudah usang, tapi persahabatan pendiri ideologi itu, Marx dan Engels tetap menyentuh. Film The Young Karl Marx tetap menjadi film yang menarik untuk ditonton untuk tema persahabatan yang terjadi di kalangan pemikir dan ideolog.

Di makam Karl Marx yang sudah diperbaharui, ditulis ucapannya yang sangat terkenal: Para Buruh sedunia, bersatulah. Namun yang kini bersatu, tak hanya para buruh, tapi juga para pengusaha besar, para pimpinan negara, para agamawan, dan para pemain media sosial. Dunia berkembang lebih warna warni.

April 2018

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama