Penegakan Hukum Yang Kaya Kezaliman dan Miskin Rasa Keadilan

Refleksi Ahir Tahun 2018
Oleh : Prof Dr Hasim Purba, SH.MHum., Guru Besar Fak.Hukum USU & Dekan Fak.Hukum Universitas Harapan Medan


Rindu Akan Penegakan hukum Yang Ideal dan Konstitusional.

Inti dari pada penegakan hukum (law enforcement) adalah bagaimana rasa keadilan dapat diterapkan secara benar, adil dan objektif dalam setiap kasus hukum yang ditangani oleh lembaga peradilan maupun institusi penegaka hukum lainnya. Penegakan hukum yang berkeadilan adalah amanah konstitusi dan amanah sumpah jabatan bagi Pejabat (aparatur) yang dipercaya mengemban tugas penegakan hukum tersebut.

Sebagai konsekwensi dari prinsip amanah, maka Pemimpin (Rezim Penguasa) harus bersikap adil dalam semua hal termasuk dalam penegakan hukum. Keadilan harus ditegakkan terhadap setiap orang, bukan hanya pihak-pihak yang sejalan/sepandangan dengan barisan Rezim Penguasa, tetapi juga terhadap semua orang/pihak yang berseberangan (oposisi) dengan Penguasa.

Dalam ajaran Islam dan kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW masalah penegakan hukum dan keadilan menjadi sesuatu hal yang urgen dan mendapat perhatian serius. Bahkan beberapa literatur mencatat sedikitnya ada 56 ayat-ayat dalam Al Quran yang membicarakan tentang keadilan, mulai keadilan dalam skala kecil seperti kehidupan keluarga, sampai keadilan dalam skala yang luas seperti keadilan sosial dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan serta kehidupan antar bangsa.

Beberapa dalil pentingnya menegakkan hukum dan keadilan dalam Al Qur’an antara lain:

Image result for al maidah ayat 8

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu para penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu golongan mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena keadilan itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan”. (Q.S. Al Maidah: 8)

Dalam Surah yang lain Allah SWT berfirman :

Image result for al araf 181

“Dan diantara orang-orang yang telah kami ciptakan, ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu pula mereka berlaku adil”. (Q.S. Al A’raf: 181).

Selanjutnya dalam Surah yang lain Allah SWT berfirman :

Image result for an nahl 90

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kamu supaya kamu dapat mengambil pelajaran”. (Q.S.An-Nahl : 90).

Berdasarkan Firmal Allah SWT tersebut, maka Nabi Besar Muhammad SAW juga melakukan pembinaan dalam penegakan hukum, yang antara lain menekankan bahwa semua orang mempunyai kedudukan yang sama di depan hukum (Equality before the law). Tidak ada orang yang bersalah terbebas dari hukum sekalipun ia mempunyai kedudukan yang terhormat ditengah masyarakat.

Bahkan Rasulullah pernah bersikap tegas dalam menagani kasus hukum tentang pencurian, yang pada pendiriannya Beliau membuat pernyataan “Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku akan tegakkan hukuman dengan memotong tangannya”. Itulah sikap ketegasan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan hukum, termasuk kepada orang yang paling disayanginya.

Hukum adalah hukum yang harus ditegakkan kepada siapapun, atas dasar keadilan, tanpa memandang kedekatan atau kedudukan jabatannya maupun status sosialnya. Sehingga hukum tidak dibuat tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Oleh karena itu dalam memutuskan perkara di pengadilan, Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan agar para hakim mengetahui dan memahami benar duduk perkaranya secara objektif dan benar. Oleh karena itu dibutuhkan penyelidikan dan penyidikan, agar orang yang berperkara tidak terzalimi atau diuntungkan oleh keputusan hakim.

Gambaran penegakan hukum yang digariskan dalam Al Quran dan digariskan Nabi Muhammad SAW tersebut tentunya bukan sesuatu yang sulit diterapkan di Indonesia. Namun untuk sampai kesana sangat dibutuhkan komitmen dan keteguhan hati dari Pemimpin Bangsa dan seluruh jajaran Rezim Penguasa dan lembaga Peradilan serta semua Aparatur Penegak Hukum terkait untu bersama-sama mewujudkan penegakan hukum yang berdasarkan kebenaran, objektivitas, kejujuran dan berkeadilan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Demikian Mudah Dikenali Sebagai Hoaks, Info 7 Kontainer Surat Suara Masih Telan “Korban”

Yang membuat saya heran, kenapa para politisi, terutama yang menyebarkan info hoaks ini di akun media sosial (walau dalam bentuk tanya sekalipun) tidak mengenali bahwa info ini adalah hoaks?

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close