Muhammadiyah Palangkaraya Adakan Kajian Risiko Bencana

0
35

PALANGKARAYA – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada 2015 lalu, menyebabkan kerusakan hutan dan dampak kesehatan yang luar biasa, hal ini mendorong berbagai pihak seperti pemerintah, swasta dan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan peran dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah Kalimantan Tengah.

Sebagai upaya untuk mendorong dan mendukung kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana tersebut, Lembaga Penanggulangan Bencana/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui program Kesiapsiagaan Rumah Sakit dan Kesiapan Masyarakat untuk Kedaruratan dan Bencana (HPCRED) bersama RSI PKU Muhammadiyah Palangkaraya, menyelenggarakan pelatihan dasar Rencana Penanggulangan Bencana Rumah Sakit (RPBRS) dan Lokakarya Kajian Risiko Bencana.

Tujuan dari kegiatan ini seperti direlease MUHAMMADIYAH.OR.ID,  untuk mengenalkan konsep dasar penanggulangan bencana bagi tenaga medis dan masyarakat di sekitar RSI PKU Muhammadiyah Palangkaraya, seperti dijelaskan Inayah Muharini, Amd.Keb., Manajer Area HPCRED Palangkaraya. “Mulai dari pemahaman mengenai bencana, mengidentifikasi ancaman, kerentanan dan kapasitas masyarakat di sekitar rumah sakit” papar Inayah.

Kegiatan ini berlangsung mulai hari ini, 15 Februari, hingga 17 Februari 2017 mendatang, diikuti oleh perwakilan tenaga medis RSI PKU Muhammadiyah Palangkaraya, tenaga medis kota Palangkaraya dan komunitas Lingkar Rumah Sakit dari berbagai kelembagaan yang ada di sekitar rumah sakit, bertempat di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah

Ahmad Muttaqin Alim, Sp.An., EMDM, selaku Manajer Program HPCRED, mengatakan bahwa kedua kegiatan ini merupakan pembukaan dari rangkaian kegiatan di Kota Palangkaraya dalam rangka meningkatkan kapasitas rumah sakit dan kesiapan masyarakat dalam kondisi darurat dan bencana.

“Kegiatan diawali dengan pelatihan di bulan Februari, kemudian lokakarya dan diakhiri dengan simulasi bencana yang sering terjadi di Kota Palangkaraya. Tujuan dari kegiatan HPCRED adalah untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit dan kesiapan masyarakat dalam kondisi darurat dan bencana” papar Alim.

Sementara itu Ketua PWM Kalimantan Tengah, H.M. Yamin Muchtar, Lc., M.Pd., yang juga hadir sekaligus memberikan sambutan dalam pembukaan pelatihan ini berharap keberadaan rumah sakit dan masyarakat yang dilatih sebagai upaya pendeteksi dini timbulnya bencana. “Sehingga meminimalisir terjadinya bencana atau meniadakan perbuatan manusia yang membuat bencana” pungkasnya.

EDITOR : Yus Arza

 

 

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

imunisasi bayi

Difteri Mewabah, Inilah Upaya Pemerintah Lampung

BANDARLAMPUNG, SERUJI.CO.ID - Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae kini sedang menjadi perhatian serius pemerintah, dari pusat hingga daerah untuk melakukan pencegahan dan pengobatannya. Provinsi...
Setya Novanto dan KPK

Setnov Hadiri Sidang Perdana Pembacaan Dakwaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR Setya Novanto menghadiri sidang perdana pembacaan dakwaan kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP-elektronik (KTP-el) di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)...
Satgas Pangan sidak harga sembako

Pedagang Naikkan Harga Sepihak, Polres Akan Tindak Tegas

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Polres Cianjur, Jawa Barat, akan menindak tegas agen dan pedagang yang bermain menaikkan harga secara sepihak sehingga berdampak terhadap keresahan di...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...