Walau Canggih, Sistem Persenjataan AS Ternyata Rentan Diretas

WASHINGTON, SERUJI.CO.ID – Pentagon dinilai lamban melindungi sistem-sistem persenjataan pentingnya dari serangan cyber dan secara rutin menemukan sejumlah kelemahan kritis dalam sistem tersebut yang berisiko dieksploitasi peretas, menurut laporan pemerintah federal.

Government Accountability Office (GAO) Amerika Serikat (AS), sebuah unit pengawas Kongres (AS), dalam laporan setebal 50 halamannya menyebutkan bahwa Pentagon menemukan “sejumlah kelemahan cyber kritis secara misi dalam beberapa sistem” yang sedang dikembangkan.

“Dengan menggunakan alat dan teknik relatif sederhana, para penguji coba berhasil menguasai beberapa sistem dan sebagian besar mengoperasikannya tanpa terdeteksi, dikarenakan masalah mendasar seperti manajemen password yang buruk serta komunikasi yang tidak terenkripsi,” menurut laporan itu seperti dilansir Reuters pada Rabu atau Kamis (11/10) WIB.

Beberapa pejabat program mengatakan kepada GAO bahwa sistem-sistem persenjataan dalam kondisi aman dan membantah beberapa hasil tes itu sebagai tidak realistis.


Kendati Pentagon berencana mengalokasikan biaya sekitar 1,66 triliun dolar Amerika (sekitar Rp24.900 triliun) untuk pengembangan sistem persenjataan penting, menurut laporan GAO, Pentagon baru-baru ini mengambil tindakan untuk meningkatkan keamanan cyber.

BACA JUGA:  Gempa Terkuat Sejak 1985 Hantam Pantai Meksiko

“Dikarenakan kurangnya fokus terhadap keamanan cyber sistem persenjataan, (Kementerian Pertahanan) kemungkinan memiliki seluruh generasi sistem yang dirancang dan dibangun tanpa mempertimbangkan keamanan cyber secara memadai,” menurut laporan tersebut.

Keamanan cyber semakin mendapatkan perhatian di kalangan pejabat militer dan intelijen AS.

Pekan lalu, negara-negara Barat melontarkan kecaman terhadap Rusia atas upaya menjalankan apa yang mereka anggap sebagai kampanye peretasan global, dengan mengincar sejumlah institusi mulai dari lembaga anti-doping hingga perusahaan operator reaktor nuklir dan lembaga pengawas senjata kimia.

Dalam kecaman keras yag ditujukan kepada Moskow sejak Perang Dingin, Inggris menyebut Rusia sebagai “negara bermasalah”.

AS mengatakan bahwa Moskow harus siap menerima konsekuensi atas tindakannya. Sekutu-sekutu AS di seluruh dunia melontarkan kecaman keras atas hal yang mereka jabarkan sebagai kampanye peretasan oleh badan intelijen militer GRU Rusia. (Ant/SU01)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Wanita Muda Kaki Sering Kesemutan dan Perut Bagian Bawah Sakit, Gejala Apa?

Dokter, sudah 4 hari ini kaki saya terasa kebas dan gampang kesemutan. Juga perut saya bagian bawah terasa sakit. Kira-kira sakit apa ya dok?

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi